Health Issue
Travel
Thoughts
Review

The Story Behind Masta Kimchi

By hanaumiya - 21 August 2021


Selelah tiga tahun lebih my baby brand berdiri, hari ini saya memutuskan untuk menuliskan sedikit tentang kelahiran Masta Kimchi_brand hasil kolaborasi dengan salah satu sahabat-rasa-sister yang juga menjadi saksi perjalanan hidup saya selama hampir dua puluh tahun terakhir. Niken, dia pasti tertawa membaca narasi yang menggelitik ini, hehe...

Bisnis rumahan dengan mengusung Kimchi sebagai produksi utama ini kami mulai pada tahun 2018. Meskipun kami berdua adalah pecinta makanan Korea terutama Kimchi, namun tidak pernah terbersit sebelumnya bahwa makanan favorit kami selama ini bisa menjadi ladang bisnis kecil-kecilan. 

Suatu pagi, Niken menemani saya untuk nge-gym di Fitness First Grand Indonesia. Dengan kreatifnya dia membawakan saya bekal sekotak Korean Fried Chicken dengan Korean Sauce dan seporsi kimchi buatannya. Berawal dari sana, kemudian kami mengatur jadwal untuk produksi kimchi sekedar untuk konsumsi pribadi. Produksi pertama kami lakukan dengan hanya menggunakan 3 Kg sawi putih sebagai percobaan. Dalam perjalanannya, bongkar-pasang resep dan bahan berkali-kali terjadi. Kami kemudian mencoba memberikan kimchi tersebut kepada teman-teman terdekat kami, dan di luar dugaan ternyata responnya cukup bagus dan mereka menyukainya. 

Produksi kedua, lagi-lagi masih demi kecukupan stok kimchi pribadi, namun sudah ada satu-dua teman yang turut memesan dengan slogan "sekalian produksi ngga apa-apa deh kalau ada yang mau ikut memesan". Hingga akhirnya kami memberanikan diri untuk membuka batch pertama Pre-Order Masta Kimchi di bulan Januari 2018. Respon yang kami terima lumayan bagus, meskipun mayoritas berasal dari teman-teman kantor dan teman main kami. 

Kami berdua suka menulis blog dan banyak waktu kami habiskan untuk blogging time di berbagai cafe di Jakarta. Blogging time bagi kami tidak berarti kami larut seharian dalam laptop masing-masing, kami juga menjadikan momen ini untuk berdiskusi, berdialog juga mengembangkan ide-ide baik untuk tulisan kami hingga urusan bisnis. Dan dari sanalah kemudian kami mematangkan konsep Masta Kimchi dari yang awalnya hanya untuk konsumsi pribadi menjadi lebih profesional hingga eksistensi Masta Kimchi hingga hari ini.

Kami berusaha menjaga nama brand ini, meskipun tawaran untuk reseller silih berganti berdatangan, namun kami bertahan untuk tetap menjualnya sendiri. Proses produksi pun kami lakukan dengan mata dan tangan kami sendiri meskipun tetap disupport oleh bala-bantuan yang bekerja dengan standar dan pengawasan ketat dari kami. Usaha kecil-kecilan inipun bertahan hingga saat ini, dengan pelanggan setia yang berdatangan tidak hanya dari Jakarta tapi sampai ke Palembang, Riau, Batam, Kalimantan dan yang terjauh ke Sulawesi dan juga Bali. 

Setelah berjalan dua tahun, kami memutuskan untuk melakukan trip bersama ke Korea Selatan yang dengan bangganya adalah dibiayai oleh Masta Kimchi. Yeah, tujuan utama kami ke Korea adalah untuk menikmati Sakura dan kuliner, dan benar saja itulah cara kami menghabiskan sebagian besar waktu kami selama di Seoul dan Gyeongju, melihat Sakura-makan-repeat, hehehe... Yang lucu adalah, setiap kali kami menikmati suatu makanan/ jajanan, kami tidak berhentinya mengomentari dan mereview makanan tersebut sambil menyebutkan bahan-bahan dan bumbu yang ada di dalam makanan tersebut (semacam Gordon Ramsay mengomentari masakan peserta MasterChef Amerika, hehehe)

Sebagian jajanan kami selama di Korea, selebihnya sudah langsung masuk ke perut sebelum sempat difoto :)

Jajanan terbaik selama di Seoul

Sebelum ke Korea, kami sudah cukup sering memasak snack Korea seperti Teokpokki dan Odeng; dan dalam perjalanan kami di Korea saat itu, kami mencoba berbagai macam versi dari jajanan tersebut hingga akhirnya secara tidak sengaja kami menemukan satu snack corner yang membuat kami jatuh cinta dengan rasa otentiknya. Kami mencerna semua detail dari snack tersebut, mulai dari tekstur, rasa serta aftertaste yang kemudian menyisakan kenangan tersendiri bagi kami. 

Sekembalinya dari Korea, kami mencoba menduplikasi snack tersebut sekedar untuk menghilangkan kerinduan kami pada Korea. Dan seperti biasa, berkali-kali bongkar pasang resep kami lakukan hingga akhirnya menemukan resep yang pas yang kami yakini sudah mirip dengan rasa yang kami makan di snack corner Korea tersebut. Siapa sangka, resep rumahan itupun kemudian berhasil membuat kami meluncurkan produk jajanan Korea dengan brand Masta Food, yang masih berada di naungan Masta Kimchi. 

Masta Food sendiri menjual jajanan Korea ready-to-cook seperti Teokpokki, Spicy Odeng and Odeng Soup. Meskipun awalnya kami hanya menyasar existing konsumen dari Masta Kimchi, namun di luar dugaan ternyata Masta Food juga memiliki base konsumen tersendiri hingga hari ini dan membuat kami, kedua owner merasa lebih bersemangat dan tertantang untuk terus memberikan yang terbaik dari setiap hasil produksi kami. 

Masta Kimchi dan Masta Food terlahir dari kecintaan kepada kimchi dan makanan Korea, sehingga setiap proses produksinya pun kami lakukan dengan penuh cinta. Seraya membesarkan anak, kami membangun dan mengembangkan brand ini dengan penuh cinta kasih, termasuk cara kami menjalin hubungan dengan para konsumen. Kami percaya bahwa sebuah brand bisa bertahan tidak hanya karena kualitas dan harga, tapi juga tentang pelayanan serta hubungan baik yang dijalin dengan para konsumen.

Produk Masta Food

Menjalani usaha kecil-kecilan sambil menjalankan pekerjaan masing-masing tentu memiliki tantangan yang tidak sedikit, ditambah lagi drama perbedaan pendapat hingga cek-cok karena berbagai masalah serta pergulatan hormon para wanita pun tak bisa dihindari. Namun, kini kami menyadari bahwa Masta Kimchi justru berhasil mempererat persahabatan yang telah terjalin lebih dari 20 tahun ini. 

Di akhir tulisan ini, saya ingin berterima kasih kepada Niken, partner saya yang sudah sangat luar biasa menghadapi saya, yang telah bersama-sama berjuang hingga hari di mana tulisan ini dipublikasi dan hingga kedepannya, juga kepada para orang-orang terkasih serta konsumen yang telah mempercayai dan mendukung produk baik dari Masta Kimchi maupun Masta Food. Terima kasih untuk cinta yang begitu besar kepada kami.. 

Masta Kimchi love you ALL.... 

Berawal dari berbagai sesi blogging di berbagai sisi Jakarta, hingga menghasilkan our babybrand :)




Yuk Join di Kegiatan Volunteer ini!

By hanaumiya - 2 May 2021

Selamat Hari Pendidikan Nasional...

Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia secara rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), tanggal ini dipilih oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati hari kelahiran Bapak Pendidikan Indonesia yakni Ki Hajar Dewantara.

Membicarakan pendidikan tentu tidak ada habisnya jika ingin dibahas dari berbagai aspek. Saat ini, negara kita masih berproses untuk mewujudkan merdeka belajar dan pendidikan berkualitas bagi setiap warga negaranya. Kita mungkin tahu bahwa di negara ini, pendidikan atau bahkan pendidikan yang berkualitas belum sepenuhnya menjadi hak bagi semua orang. Meskipun bantuan dan dukungan dari pemerintah pusat sudah banyak diberikan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan, khususnya pendidikan tinggi masih bisa dikategorikan sebagai suatu privilege bagi sebagian orang dan hanya menjadi angan-angan bagi sebagian lainnya. 

Menjadi seorang pengajar sejatinya bukan hanya tugas bagi mereka yang berprofesi sebagai guru. Bagi seorang profesional, kita pun juga memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi terbaik kita dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah melalui kegiatan volunteer di bidang ini. 

Dalam rangka Hardiknas tahun ini, saya akan menuliskan beberapa kegiatan sukarelawan yang bergerak di dunia pendidikan berdasarkan sedikit pengalaman yang sudah saya alami. Tulisan ini ditujukan bagi teman-teman pekerja profesional atau siapapun yang mungkin memiliki ketertarikan atau passion untuk mengajar, namun kesulitan untuk menemukan wadah untuk menyalurkan minat tersebut. Diharapkan tulisan ini mungkin bisa memberikan sedikit insight dan bisa menjadi pilihan bagi teman-teman semua. 

  1. Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB)

    Merupakan sebuah organisasi non-profit yang menyediakan pendidikan kesetaraan (non-formal) melalui sebuah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), program Paket A (Setara SD), Paket B (Setara SMP), dan Paket C (Setara SMA). Yayasan ini diperuntukkan khusus bagi masyarakat putus sekolah dari berbagai jenjang dan latar belakang untuk mendapatkan pendidikan berkualitas yang tentunya juga dapat bersaing dengan pendidikan formal (mengutip dari laman ypab.org)

    Mungkin banyak yang awam dengan istilah pendidikan kesetaraan (Paket A,B,C), begitupun saya sebelum bergabung dengan YPAB. Pendidikan kesetaraan merupakan pendidikan non-formal yang ditujukan kepada warga negara yang tidak berkesempatan untuk mengenyam pendidikan formal di sekolah yang dibagi menjadi 3 level, seperti yang dijelaskan di atas. Nah di YPAB inilah mereka yang tidak berkesempatan itu diberikan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan mereka untuk menyelesaikan pendidikan baik dari level sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

    Peserta didik di YPAB sangatlah beragam, mereka datang dari berbagai latar belakang, ras, usia, agama serta profesi. Namun perbedaan itu tidaklah menjadi halangan, bahkan justru menjadi ladang pembelajaran untuk bertoleransi dan menjunjung keberagaman tersebut. Yang paling membuat bahagia dan bangga sejak bergabung dengan YPAB adalah ketika kami mendapat kabar bahwa peserta didik kami berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti ke jenjang universitas, dan yang lebih membanggakan lagi tidak sedikit peserta didik yang berhasil masuk universitas negeri serta mendapat beasiswa. Kebahagiaan itu tidak bisa digambarkan dengan kata-kata dan membuat kami segenap relawan tutor semakin bersemangat untuk memberikan yang terbaik untuk yayasan ini, untuk para peserta didik kami.

    Menjadi tutor di YAPB dibutuhkan komitmen jangka panjang, karena setiap awal semester baru setiap tutor akan dimintai komitmen kesediaan mengajar untuk satu semester ke depan. Pada saat itu jadwal mengajar sudah diplot penuh untuk satu semester baik untuk mata pelajaran dan juga tutor pengajar seperti halnya jadwal sekolah, yang membedakan adalah kelas YPAB hanya berlangsung selama hari Sabtu dan Minggu.

    Bagi teman-teman yang ingin bergabung atau ingin tahu lebih banyak tentang YPAB, dapat mengakses web dan media sosial official di bawah.
    Web: ypab.org
    Instagram : ypab_id


  2. Kelas Inspirasi

    Kelas Inspirasi (KI) merupakan sebuah kegiatan berbasis kerelawanan yang mewadahi pada pekerja profesional dari berbagai latar belakang dan profesi untuk turut berkontribusi bagi pendidikan di Indonesia. Melalui kegiatan ini, para pekerja profesional dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi ditugaskan untuk mengambil cuti selama satu hari secara serentak untuk mengunjungi dan mengajar di sekolah dasar (SD), yang kemudian disebut sebagai Hari Inspirasi. Sekolah dasar yang dituju biasanya adalah sekolah dasar yang berada di pinggir kota baik di Jakarta, pulau Jawa dan di berbagai pulau di Indonesia.

    Pada Hari Inspirasi tersebut, para profesional berbagi kepada siswa-siswa SD tentang profesi yang mereka geluti dan tidak jarang sharing session tersebut diisi dengan role play untuk membuat para siswa menjadi lebih memahami profesi tersebut. Jika selama ini profesi yang diketahui oleh para siswa SD terbatas pada profesi dokter, perawat, pramugari, pilot dan polisi; maka dengan adanya Hari Inspirasi ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan mereka tentang profesi-profesi yang ada dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk mengejar mimpi-mimpi tersebut.

    Di Kelas Inspirasi para relawan hanya perlu menyiapkan waktu sekitar 1-2 minggu hingga terlaksananya Hari Inspirasi. KI tidak mengharuskan komitmen jangka panjang dan berkelanjutan dalam kegiatannya. Jika kita sudah mengikuti satu rangkaian KI di satu daerah, kita juga masih bisa untuk mengikuti KI yang diselenggarakan di daerah lainnya. Perkenalan saya dengan KI dimulai dari KI Depok, hingga berlanjut ke KI Lombok di tahun 2018 lalu, saya juga sempat mendaftar untuk KI Kaimana, Papua; namun setelah mengikuti serangkaian persiapan jarak jauh dari Jakarta namun Qadarullah saya masih belum bisa berangkat untuk mengikuti puncak kegiatan pada Hari Inspirasi di Kaimana.

    KI merupakan kegiatan volunteer pertama yang saya ikuti, yang kemudian mempertemukan saya dengan orang-orang hebat serta memperkenalkan saya dengan kegiatan volunteer lainnya. Jadi jika teman-teman ingin mulai mencoba terjun ke dunia volunteer mungkin KI bisa menjadi salah satu pilihan untuk memulainya.

    web: kelasinspirasi.org
    Instagram: kelas.inspirasi.id



  3. Ruang Berbagi Ilmu (RuBI)

    RuBI merupakan gerakan kerelawanan yang mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang untuk terjun dalam usaha peningkatan kualitas penggerak pendidikan di seluruh Indonesia (mengutip laman ruangberbagiilmu.com). 

    Jika pada Kelas Inspirasi (KI) para relawan turun untuk memberikan pengetahuan kepada para siswa sekolah dasar, maka pada Ruang Berbagi Ilmu para relawan justru dipersiapkan untuk disebar ke berbagai daerah/ pelosok daerah/ pulau untuk memberikan pelatihan kepada pendidik atau guru-guru di sekolah tersebut. Sejalan dengan tujuan RuBI untuk menyelenggarakan pelatihan dengan Training for Trainers (TFT) demi meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Indonesia, para relawan dibekali dengan ilmu dan pengetahuan sesuai dengan materi-materi yang sudah dipilih untuk kemudian dibawakan ketika pelaksanaan RuBI di daerah-daerah tersebut.

    Rangkaian kegiatan pada RuBI jauh lebih intens karena para relawan perlu menyiapkan materi dan mendiskusikannya dalam kelompok untuk setiap materi yang akan disampaikan kelak, selain itu kegiatan ini biasanya dilakukan dalam beberapa hari di daerah yang dipilih.

    web: ruangberbagiilmu.com

Demikian beberapa kegiatan berbasis kesukarelawanan di bidang pendidikan yang dapat saya share, selain ketiga kegiatan di atas tentu di luaran sana masih banyak lagi kegiatan kesukarelawan yang dapat teman-teman ikuti sesuai minat dan ketertarikan teman-teman. Apa yang saya tuliskan di atas hanya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya selama mengikuti kegiatan tersebut, sampai jumpa di tulisan selanjutnya!

What is Self Love?

By hanaumiya - 2 January 2021


Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental, kini banyak orang yang sudah mulai berusaha mengenali diri mereka sendiri, berusaha masuk ke dalam diri untuk mendiagnosis rasa yang mereka rasakan, juga berusaha mengenali emosi yang muncul dalam diri masing-masing. Semua itu adalah langkah awal yang dapat dilakukan seseorang dalam rangka menyehatkan kembali kondisi mental kita yang mungkin selama ini belum pernah terjamah.

Bermula dari hal itu, kemudian munculah terminasi self-love yang belakangan banyak digaungkan dan juga dijadikan sebagai titik awal untuk menjaga kesehatan mental. Jadi sebetulnya self-love itu apa sih?

Ketika kamu sulit mengatakan tidak pada orang lain
Ketika kamu lebih memikirkan emosi orang lain daripada emosi sendiri
Ketika kamu menerima dan terintimidasi dengan penilaian buruk orang lain terhadapmu
Ketika kamu tidak bisa mencintai dirimu apa adanya
Ketika kamu tidak tau apa yang pantas kamu dapatkan
Bahkan ketika kamu membenci dirimu sendiri
Itu hanya beberapa kondisi yang bisa menandakan bahwa self-love kamu sangat rendah dan perlu diperbaiki.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat mengikuti kelas meditasi dan hypnotherapy mengenai self-love di Soham Creative Space. Satu pelajaran yang bisa saya ambil adalah, bahwa tidak ada satu orangpun di muka bumi ini yang mampu mencintai diri kita sebaik yang bisa kita lakukan untuk diri kita sendiri. Kita bisa saja dicintai oleh banyak orang, bisa saja dicintai dengan begitu dalam oleh pasangan atau orang tua kita. Tapi sebaik-baiknya mereka, sebetulnya kita adalah yang paling mengenal diri sendiri dan mampu mencintai diri kita sendiri dengan cara terbaik.

Self-love is the balance between accepting yourself as you are while knowing you deserve better, and then working towards it - Vex King

Itu adalah sebuah potongan kalimat yang saya kutip dari buku Good Vibes, Good Life karya Vex King yang menurut saya pribadi mampu mewakili dan menjelaskan definisi dari self-love yang selama ini kerap kali disalah-artikan. Nah, dalam salah satu sub-bab dari buku ini dijelaskan dengan gamblang mengenai self-love yang nyatanya mungkin sudah sangat familiar namun tidak kita sadari.

Dalam bukunya, Vex menjelaskan bahwa Self-love encourage acceptance, tapi kebanyakan orang menggunakan ini sebagai alasan untuk tidak menantang diri mereka (mungkin maksudnya nrimo-nrimo aja gitu yaa). Tapi faktanya, self-love terdiri dari dua elemen yang harus diseimbangkan jika seseorang ingin hidup dengan harmonis.

Elemen pertama adalah encourage unconditional love terhadap diri sendiri, dalam hal ini fokusnya adalah mindsetSelf-love yang sesungguhnya adalah ketika kamu bisa mencintai dirimu apa adanya dan sebagaimana adanya tanpa syarat bahwa kamu harus mengubah apapun yang ada pada dirimu.

Elemen kedua adalah encourage growth, dalam hal ini berfokus pada taking action. Kita harus mengembangkan diri dan hidup kita karena kita menyadari bahwa kita layak mendapatkan lebih daripada puas dengan yang biasa-biasa saja. 

Kalau membahas tentang unconditional love, kita cenderung melihat contoh hubungan kita dengan orang lain seperti pasangan, orang tua ataupun anak. Kita semua tau bahwa cinta tanpa syarat itu adalah level cinta yang bisa dibilang cukup tinggi, betapa bahagianya kalau kita bisa mencintai dan dicintai tanpa syarat seperti itu.

Coba bayangkan dan bawa konsep unconditional love tersebut ke dalam diri kita, jadikan diri kita sendiri sebagai objek penerima cinta tanpa syarat tersebut. Dari diri kita dan untuk diri kita sendiri. Jika mungkin sebelumnya pernah berpikir "coba kalau saya lebih langsing, pasti saya akan terlihat cantik dan lebih percaya diri". Satu kalimat sesimple itu saja sudah berhasil mendepak label unconditional love terhadap dirimu, karena kamu mensyaratkan sesuatu untuk bisa lebih mencintai dirimu.

Mengulik statement yang dikemukakan oleh Vex, self-love bisa dimulai dengan menerima apa yang ada pada diri kita, menerima diri kita sebagaimana adanya dan tahu apa yang layak kita dapatkan dan percaya kalau kita pantas mendapatkan apa yang terbaik menurut kita masing-masing. Setelah mengetahui semua itu, kita tidak lantas berdiam diri melainkan harus melakukan sesuatu untuk mencapai dan mendapatkan semua yang kita yakini layak dan pantas kita dapatkan.

Jika kamu mencintai dirimu, kamu tidak akan diam dan hanya menerima apa yang menurutmu masih biasa-biasa saja.
Jika kamu mencintai dirimu, kamu tidak akan berdiam diri tanpa memperjuangkan yang terbaik untuk dirimu.
Jika kamu mencintai dirimu, kamu tentu tidak akan berdiam diri dan membiarkan semua potensi dan kemampuan yang kamu miliki terpendam dan menghilang ditelan bumi.
Jika kamu mencintai dirimu, kamu pasti akan berusaha melakukan yang terbaik
Jika kamu mencintai dirimu, kamu juga pasti akan berusaha mendapatkan yang terbaik untuk dirimu.
Dan jika kamu mencintai dirimu, kamu pasti akan mengambil tindakan untuk mengembangkan dirimu. You know what you deserve and taking action, dear!

Self-love itu tidak bisa disandingkan dengan egois, karena ia menempatkan diri kita sendiri sebagai subjek yang juga harus dipertimbangkan saat akan melakukan sesuatu atau saat mengambil sebuah keputusan.

Jika sebelumnya kita terbiasa memikirkan diri orang lain, jika sebelumnya kita terbiasa memertimbangkan emosi orang lain terlebih dahulu, dan jika sebelumnya kita terbiasa mengindahkan keberadaan diri kita atau bahkan terbiasa mengesampingkan pentingnya emosi kita demi orang lain.

Maka kini yuk perlahan kita mulai melirik ke dalam diri kita sendiri terlebih dahulu, berusaha mengenal, dan berusaha melakukan yang terbaik bukan hanya untuk orang di sekitar kita, tapi juga untuk diri kita tercinta.

"be good to yourself first, then to others" - anonymous

Ide Cuti Kala Pandemi

By hanaumiya - 9 December 2020

Bagi pekerja kantoran yang memiliki jatah cuti tahunan terbatas, rasanya sudah pasti kita akan memanfaatkan cuti dan libur tersebut dengan sebaik-baiknya. Mulai dari untuk mengurus keperluan pribadi yang mendesak, memanjakan diri dengan semua treatment untuk meredakan stress, hingga rencana traveling yang tentunya sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. 

Namun dengan kondisi pandemi covid-19 selama hampir satu tahun ini, kegiatan dan pergerakan kita sontak menjadi sangat terbatas, terutama yang menyangkut traveling. Padahal traveling menjadi salah satu penyemangat dalam menjalani pekerjaan yang penuh kepenatan sehari-harinya. Jika sebelum pandemi, salah satu kegiatan paling menyenangkan adalah berburu tiket murah. Dan begitu tiket sudah ditangan, rasanya udah se-happy itu, padahal mungkin liburannya masih beberapa bulan lagi, atau bahkan setahun lagi, hehe...

Tapi kini kita semua dipaksa untuk bersabar dan beradaptasi dengan semua kondisi saat ini. Mungkin seiring berjalannya waktu, sudah banyak orang yang berlibur ke luar kota entah dengan jalur udara ataupun dengan road trip untuk meminimalisir intensitas berkontak dengan orang lain. Namun tetap ada yang berbeda, tetap ada kekhawatiran untuk melakukan perjalanan tersebut apalagi jika ada orang tua  atau anak kecil yang dibawa bersama dalam trip tersebut. 

Lalu bagaimana cara kita memanfaatkan cuti tahunan agar juga bisa memberikan efek relax dan nyaman seakan-akan baru kembali dari liburan panjang baik itu ke luar kota maupun ke luar negeri?

  1. Do your hobby
    Jika selama ini saya selalu melakukan yoga di pusat kebugaran dan studio yoga, dengan kondisi ini tentu saja hal tersebut tidak dapat dilakukan. Kemudian saya melatih diri untuk terbiasa melakukan yoga secara mandiri dengan panduan Youtube. Beberapa instructor yoga terbaik dari dalam dan luar negeri sudah banyak membuka kelas online di channel youtube mereka masing-masing, atau bahkan beberapa fitness center juga menyajikan kelas-kelas menarik secara online yang dapat diikuti tidak hanya oleh member tapi juga oleh non-member.
    Mengikuti kelas online tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama perihal spirit untuk memulai kelas dan bertahan hingga kelas selesai. Namun, jika kamu bisa menemukan instructor yang cocok, saya yakin itu akan menjadi spirit tersendiri bagi kamu. Beberapa rekomendasi channel yang biasa saya ikuti ini mungkin bisa menjadi referensi :
    Johan Irawan Hu (salah satu instructure yoga favorit saya selama di Fitness First)

  2. Do something new
    Bagi sebagian orang, menjalani rutinitas di zona nyaman adalah sesuatu yang sudah sangat menyenangkan, tapi bagi sebagian lainnya menantang diri untuk melakukan sesuatu yang baru bisa jadi menjadi salah satu kepuasan bagi mereka. Nah, momen me time inilah yang juga bisa digunakan untuk melakukan sesuatu yang baru, terlepas dari apakah sesuatu tersebut kemudian akan disukai atau justru hanya sekedar jadi ajang coba-coba untuk mencari pengalaman.

    Bagi kamu yang ingin mencoba melukis sebagai pemula, kamu bisa mencoba Painting Kit by Number yang dapat dibeli online di marketplace ataupun di Instagram. Di dalam painting kit ini kamu akan mendapat sebuah kanvas lengkap dengan sketsa yang sudah ada nomor keterangan warna, jadi kamu cukup mengikuti nomor pada sketsa tersebut dengan warna cat pada pallete color yang juga sudah ada di dalam paket, check it out Studio Sanjunipero. Atau bagi yang memang berniat sedikit lebih pro bisa mencoba virtual painting class di Bartega Studio.

    Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of The American Art Therapy Association dikatakan bahwa melakukan aktivitas kreatif selama 45 menit dapat mengurangi stres. Hal ini terkait dengan pengurangan kadar kortisol ketika seseorang berkegiatan seni (sumber halodoc.com). Bagi saya yang baru pertama melukis, saya merasakan efek relax yang luar biasa dalam 30 menit pertama, hingga 3 jam setelah melakukannya saya menyadari bahwa semua penat dan stress tiba-tiba sirna, dan penelitian tersebut terbukti di kali pertama dalam hidup saya bergelut dengan lukisan.

    Paint by number (credit to: Studiosanjunipero)

  3. Pampering yourself
    Seperti kebanyakan wanita, melakukan perawatan tubuh dan wajah menjadi salah satu kebahagiaan tersendiri. Jika saat ini kamu tidak bisa melakukan perawatan di luar, lakukanlah semuanya di rumah. Selama pandemi, saya memanggil jasa massage dan perawatan tubuh ke rumah untuk mengobati rasa kangen dengan masa-masa perawatan ke pusat kecantikan, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yaa.. Atau bisa juga dengan melakukan treatment maskeran dan body scrubbing sendiri dengan rutin selama di rumah.

    Jika sebelum pandemi saya sering mengikuti kelas meditasi di luar sebagai tempat pelarian untuk 'mewaraskan mental', sejak pandemi saya mencoba untuk melakukannya sendiri dirumah baik secara mandiri ataupun dengan mengikuti kelas-kelas online yang kini banyak diadakan. Ternyata meditasi secara virtual memiliki efek yang hampir sama besarnya dengan kelas-kelas offline yang biasa saya ikuti. 

  4. Cafe at Home
    Menghabiskan waktu di cafe sambil blogging, mengerjakan tugas atau sekedar duduk santai dan youtube-an tentu sangat menyenangkan. Dikarenakan semua itu belum aman untuk dilakukan di luar, maka muncullah ide untuk "menciptakan suasana cafe di rumah sendiri". Mengubah ruang makan menjadi cafe dengan segala dekorasi dan peralatan yang ada di rumah nyatanya memiliki efek yang cukup besar dalam membangun mood liburan. Seperti yang saya lakukan hari ini, secangkir hot chocolate, cookies dan laptop sudah cukup membuat liburan saya berwarna. 

    Green tea latte and cookies, such a good combo :)

    Selamat mencoba yah!

Bingung Mau Memulai Belajar Bahasa Korea Dari Mana? Yuk baca!

By hanaumiya - 25 October 2020


Seiring berkembangnya gelombang Korea "hallyu" satu dekade terakhir, Bahasa Korea kian menjadi primadona sebagai salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari oleh kebanyakan masyarakat di dunia, tanpa terkecuali di Indonesia. 

Banyak alasan untuk mempelajari Bahasa Korea termasuk salah satunya karena gelombang K-Pop serta drama Korea yang seakan sudah menjadi konsumsi harian bagi sebagian besar masyarakat kita saat ini. Bahkan bisa dilihat bahwa kini saluran televisi lokal sudah banyak menyajikan program-program yang berasal dari negeri ginseng tersebut. Dengan semakin banyaknya lapisan masyarakat yang terpapar dengan hallyu inilah kemudian membuat semakin banyak orang ingin mempelajari bahasa, budaya dan bahkan sejarah Korea. 

Ada banyak sarana yang dapat digunakan untuk mulai belajar bahasa Korea, apakah itu dengan belajar mandiri, melalui youtube, website ataupun dengan mengikuti kelas kursus regular seperti yang diselenggarakan oleh beberapa institusi. Berikut beberapa hal dapat saya share terkait media pembelajaran bahasa Korea beserta rekomendasi tempat ataupun web untuk belajar Bahasa Korea.

Kursus Regular 
Bagi sebagian orang atau mungkin bagi kebanyakan orang, cara yang paling efektif untuk belajar bahasa adalah dengan mengikuti kelas offline atau kursus regular, di mana kita bisa berinteraksi baik dengan pengajar maupun dengan siswa lainnya dengan menggunakan bahasa yang dipelajari. Berada di dalam satu kelas bersama dengan teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama tentunya memberikan spirit tersendiri dalam mempelajari bahasa tersebut. Berikut tempat kursus regular yang bisa teman-teman ikuti untuk memulai atau bahkan memperdalam kemampuan bahasa Korea di daerah Jakarta:

1. KCC (Korean Culture Center)

KCC merupakan pusat kebudayaan Korea yang berada di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia. Sebagai pusat kebudayaan, KCC tentu memiliki fasilitas, informasi serta kegiatan-kegiatan terkait Korea terbaik sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan dan menyebarkan informasi terkait Korea, salah satunya dengan membuka kelas Bahasa Korea. 

Pada dasarnya kelas Bahasa Korea di KCC juga menggunakan kurikulum King Sejong Institute (KSI) yang juga digunakan di KSIC ataupun KSIJ (yang akan saya jelaskan pada poin selanjutnya). Mungkin karena masih berada di bawah embassy, biaya kursus di KCC menjadi lebih terjangkau bila dibandingkan dengan yang lain. Nah, karena itulah persaingan untuk menjadi murid KCC menjadi sangat sengit. Pendaftaran dilakukan dengan sistem first come first serve, calon murid KCC harus berlomba-lomba mulai mendaftar tepat di saat pendaftaran kelas dibuka (semacam ticket war BTS concert dan concert K-pop lainnya, hehe). Tapi jelas semua itu sepadan dengan biaya dan fasilitas serta pengalaman yang didapatkan selama menjadi murid di KCC. 

Berdasarkan informasi dari beberapa teman yang menjadi murid di KCC, pengajar Bahasa Korea di sana adalah native. Terlebih juga terdapat banyak kelas budaya dan perlombaan yang digelar tidak hanya untuk siswa KCC saja, tapi juga dibuka untuk umum. Tentunya hal inilah yang menjadikan KCC sebagai salah satu tempat belajar Bahasa Korea favorit bagi banyak orang, terutama bagi teman-teman yang ingin mempelajari tidak hanya bahasa, tapi juga terkait budaya dan kebiasaan orang Korea. 

Informasi lebih lanjut mengenai Kelas Bahasa Korea di KCC dapat dicek pada laman berikut :
Web          : id.korean-culture.org/id
Instagram : @kcc.id
Email       : kelasbahasa@kccindonesia.org
Alamat    : Gedung Equity Tower lantai 17 Jalan Jend Sudirman SCBD Lot 9, Senayan, Jakarta Selatan
Phone      : 6221-29035650


2. KSIC (King Sejong Institute Center) dan KSIJ (King Sejong Institute Jakarta)

King Sejong Institute Foundation adalah salah satu institusi publik dibawah naungan Minister of Culture, Sports and Tourism Korea Selatan yang didirikan untuk mengelola pendidikan Bahasa Korea dan penyebaran Budaya Korea di dunia. Keberadaan KSIF bertujuan untuk menyebarluaskan kepada masyarakat dunia mengenai bahasa serta budaya Korea dengan harapan dapat membuat ketertarikan dunia terhadap Korea berkembang menjadi pemahaman dan kecintaan pada Korea (source : sejonghakdang.org).

KSI sudah tersebar di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia. Di Jakarta sendiri terdapat KSIC (King Sejong Institute Center) dan KSIJ (King Sejong Institute Jakarta), sedangkan di luar Jakarta juga masih ada KSI Bandung, KSI Surabaya dan KSI Yogyakarta. 

Kurikulum yang digunakan oleh semua KSI adalah kurikulum standar yang diterbitkan oleh KSI Foundation. Sehingga jika sebelumnya kamu adalah siswa KSI Jakarta dan memiliki sertifikat kelulusan tingkat, maka kamu dapat melanjutkan di KSI lain untuk level selanjutnya. Namun, untuk detail teknis tiap-tiap institusi pastinya memiliki ketentuannya masing-masing, maka untuk informasi lebih lanjut terkait hal ini dapat didiskusikan terlebih dahulu kepada KSI yang dituju.

Kenapa belajar di KSIJ?
  • Pengajar / instruktur native
    Setali dengan KCC, baik KSIC dan KSIJ memiliki pengajar native yang dikirim langsung dari KSIF di Korea. Belajar dengan native instruktur adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan bahasa seseorang. Banyak keuntungan yang didapat dengan difasilitasi oleh native speaker dalam mempelajari suatu bahasa, seperti secara tidak langsung kita dipaksa untuk berbicara dengan menggunakan bahasa tersebut, meskipun tetap akan bercampur dengan Bahasa Inggris untuk menjembatani gap yang tercipta saat proses pembelajaran.
  • Kelas budaya secara berkala
    Tidak hanya belajar bahasa, KSIC & KSIJ juga menyediakan kelas budaya secara berkala yang dapat diikuti oleh semua siswa. Selain itu, KSI juga turut serta merayakan dan menyelenggarakan berbagai aktivitas dalam menyambut perayaan-perayaan yang ada di Korea, seperti Seollal, Chuseok dan lain-lain. Hal inilah yang membuat pembelajaran Bahasa Korea menjadi semakin menarik dan menyenangkan untuk terus diikuti.

  • Perlombaan Bahasa Korea
    Setiap tahun KSI mengadakan beberapa lomba untuk mengasah dan mengetes kemampuan Bahasa Korea para siswa, mulai dari lomba menulis hingga lomba pidato dalam Bahasa Korea. Nah, untuk lomba pidato ini, hadiahnya sangat luar biasa. Selain mendapat beasiswa untuk melanjutkan kursus di level selanjutnya, pemenang utama juga akan dikirim ke Korea sebagai perwakilan untuk mengikuti workshop dan trip di Korea bersama perwakilan KSI dari seluruh dunia. Sangat menarik bukan?
  • Adanya graduation day pada akhir tingkat
    Dalam satu tahun, terdapat dua periode pendaftaran yang dapat diikuti, yakni awal dan pertengahan tahun. Pada setiap kelulusan tingkat, KSIJ mengadakan graduation day untuk seluruh siswa pada setiap level. Pada acara tersebut turut hadir Kepala KSIJ serta seluruh pengajar KSIJ untuk memberikan selamat kepada seluruh yang lulus serta beberapa penghargaan bagi siswa-siswa dengan pencapaian / performa terbaik.
    Tak ketinggalan penghargaan juga diberikan kepada para pengajar yang dengan penuh dedikasinya membagikan ilmu mereka kepada para siswa. Ceremony seperti ini biasanya dijadikan momentum bagi para siswa untuk menunjukkan apresiasi mereka terhadap para pengajar yang selama 4-5 bulan bersabar mengajar dan membimbing mereka. Siswa bisa berfoto bersama, memberikan hadiah kepada pengajar serta berfoto bersama teman-teman sekelas serta pengajar.

  • Biaya les yang masih cukup terjangkau 
    Bila dibandingkan dengan KCC, biaya les di KSIJ dan KSIC memang masih berada di atas. Namun dengan kualitas pengajaran, fasilitas serta semua kegiatan yang dilakukan selama proses belajar-mengajar, rasanya biaya tersebut masih relatif sepadan.
Informasi lebih lanjut mengenai Kelas Bahasa Korea di KSIJ dapat dicek pada laman berikut :
Instagram : @ksi_id
Facebook : @ksi.idjakarta
Alamat    : Kampus Universitas Nasional, Jalan Sawo Manila No.61 Pejaten Barat, Jakarta Selatan
Phone      : 6221-7800981

Informasi lebih lanjut mengenai Kelas Bahasa Korea di KSIC dapat dicek pada laman berikut :
Instagram : @ksic.indonesia
Facebook : @ksic.indonesia
Alamat    : APL Office Tower 18th floor, Jl. S. Parman Tanjung Duren, Jakarta Barat
Phone      : 6221-225663316


3. LBI (Lembaga Bahasa Internasional) FIB UI
Bagi mahasiswa UI atau teman-teman yang tinggal di daerah Depok pasti sudah tidak asing lagi dengan LBI. LBI adalah lembaga bahasa yang berada di bawah naungan FIB (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya) Universitas Indonesia yang juga menyediakan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Selain program BIPA, LBI juga menyediakan berbagai jenis kursus bahasa asing mulai dari Bahasa Inggris, Mandarin, Korea Perancis dan lain-lain. 

Informasi mengenai Kursus Bahasa Korea di LBI dapat dicek pada laman berikut :
Web          : klik di sini
Instagram : @lbi_fib_ui
Email       : info.lbiui@gmail.com
Alamat.    : Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, Gedung X lantai 1, Kampus UI Depok


Kursus Online 
Berbeda dengan kelas regular yang membutuhkan komitmen kehadiran dan waktu yang cenderung terjadwal dalam setiap pembelajarannya, kelas online menawarkan waktu yang lebih fleksibel dari segi waktu juga sumber pembelajaran yang beragam. Melalui web dan Youtube misalnya, kita dapat memilih materi serta instruktur dengan gaya pengajaran yang sesuai dengan cara belajar kita masing-masing. 

Berikut saya cantumkan beberapa web atau Youtube favorit berdasarkan pengalaman belajar Banasa Korea selama hampir dua tahun terakhir :

1. Go Billy Korean
Go Billy Korean adalah salah satu channel favorit saya. Penyajian materi yang sangat applicable dengan penyampaian yang cukup santai nan menarik menjadi keunggulan tersendiri bagi chanel ini. Terlebih Billy yang merupakan native English speaker, mampu menyampaikan materi dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Billy sering kali mengaitkan grammar Bahasa Korea dengan grammar Bahasa Inggris yang tentunya sangat membantu kita lebih mudah memahami penggunaan grammar-grammar tersebut. 
Web        : gobillykorean.com
Youtube  : GoBillyKorean


2. Talk To Me In Korean
Tidak kalah dari Go Billy Korean, TTMIK juga merupakan salah satu favorit saya, selain karena penjelasan yang simple, TTMIK juga mengandalkan video-video dan visual yang sangat menarik untuk ditonton. Tidak hanya web dan youtube, TTMIK juga memiliki podcast dengan judul yang sama dan mengusung tema-tema serta grammar singkat yang dapat kita dengarkan di mana saja bahkan sambil berkendara. 
Web        : talktomeinkorean.com
Youtube  : talktomeinkorean


3. Prof. Yoon's Korean Language Class
Dengan mengusung konsep belajar seperti di sekolah, Prof. Yoon memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang suatu topik ataupun grammar. Secara keseluruhan, bagi kalian yang sedang belajar Bahasa Korea secara mandiri dan otodidak, channel ini dapat menjadi pilihan karena memberikan informasi dan penjelasan secara utuh sehingga sangat membantu dalam memahami suatu materi.


4. 베이직 코리안 Basic Korean 
Dengan menggunakan Bahasa Korea full dalam setiap penjelasannya tidak kemudian menjadikan channel ini tidak menarik untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran. Meskipun dengan pengantar Bahasa Korea, channel ini tetap menyediakan subtitle berbahasa Inggris untuk menyasar penonton international. Berbeda dengan tiga channel yang saya sebutkan di atas, di mana semuanya menampilkan penampakan sang instruktur dan gambar-gambar visual yang menarik, channel ini hanya menampilkan power point yang berisi contoh kalimat, contoh pemakaian kata, rumus grammar, dan contoh pemakaian grammar pada suatu kalimat. Nah, inilah salah satu kelebihan dari channel ini. Kita diberikan rumus-rumus yang jelas serta contoh-contoh kalimat dan pemakaian yang cukup banyak, sehingga secara tidak langsung kita menjadi familiar dan terbiasa dengan penggunaan grammar ataupun kata-kata yang sedang dipelajari. 
Youtube    : Basic Korean


Demikianlah yang dapat saya share terkait pembelajaran Bahasa Korea. Semoga sedikit banyak dari tulisan ini dapat membantu teman-teman yang sedang mencari informasi terkait belajar Bahasa Korea. 
Sampai jumpa di tulisan lain!

Yang Berbeda Dari Lebaran 2020

By hanaumiya - 23 May 2020

Tahun 2020 tidak disangka-sangka memberi kejutan luar biasa bagi seluruh penghuni bumi, bumi seakan dilumpuhkan oleh organisme super kecil bernama Coronavirus. Coronavirus atau yang penyakitnya disebut Covid-19 muncul pertama kali di kota Wuhan, China sejak akhir tahun 2019 dan hingga kini mengguncang hampir seluruh penjuru negeri. Tanpa kecuali kami, sekelompok masyarakat yang tinggal di Ibukota yang masih harus berjibaku menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari penyakit tersebut. 

Covid-19 tidak hanya mengubah cara hidup kita sebagai masyarakat, namun juga kemunculannya yang nyatanya mampu membuat bulan Ramadhan dan Lebaran 2020 ini sangat berbeda dari yang biasa kami jalani selama puluhan tahun sebelumnya. Bagi kami ramadhan tidak hanya tentang puasa, namun ia identik dengan "kebersamaan". Berbuka puasa bersama keluarga besar, kerabat, teman-teman, shalat tarawih berjamaah, bertemu dengan keluarga atau tetangga yang mungkin jika bukan karena tarawih tidak dapat kita temui. 

Satu bulan penuh selama ramadhan, kita yang mungkin sebelumnya penuh dengan aktivitas-aktivitas di luar, kini kita dipaksa untuk memangkas kebiasaan itu dan berdiam diri di dalam rumah atau yaa tetap bekerja juga bagi sebagian orang. Dengan ini kita bisa melihat secara keseluruhan bahwa kegiatan kita hanya terbatas pada rumah-kantor-rumah (bagi pekerja) atau rumah-rumah-rumah (bagi yang stay at home atau work from home. Lalu hikmah apa yang bisa diambil dari kondisi ini?

Big frame yang paling kentara sebetulnya adalah "Tuhan itu sedang memberi kita kesempatan untuk menghabiskan waktu lebih banyak untuk mendekat dan beribadah kepadaNya pada ramadhan kali ini." Terlebih sebetulnya ini juga merupakan tes bagi diri kita masing-masing, apakah dengan kondisi ini, dengan kondisi yang memungkinkan kita memiliki lebih banyak waktu untuk berduaan dengan Sang  Empunya Waktu, apakah ibadah kita bisa menjadi lebih baik dari segi kualitas dan juga kuantitas? Apakah semangat kita tetap bisa sama meskipun (katakanlah) kita lebih bersemangat kalau shalat tarawih di masjid bersama-sama dengan yang lain?

Sedih adalah ketika mendengar adzan, namun sang muadzin yang biasanya mengajak semua kaum muslim untuk sholat berjamaah justru kini menghimbau kita semua untuk beribadah dari rumah. Bukan hanya pada saat sholat 5 waktu dan tarawih, pun pada saat sholat Ied yang pada akhirnya menjadi akhir dari rangkaian ramadhan dan lebaran. Sedih, pilu, lebaran kali ini terasa sangat berbeda. 

Saat ini, dunia butuh berisitirahat, ada sistem yang memang sudah saatnya di-restart kembali dan kita semua butuh jeda. Jeda dari segala hal yang selama ini dianggap biasa dan wajar, jeda dari segala hiruk-pikuk dunia dan menikmati kesenyapan ini. Bersama-sama berdoa agar dunia segera pulih, kita semua terlindungi dan bisa bertemu kembali dengan ramadhan dan lebaran tahun depan dengan kondisi yang jauh lebih baik. Aminn..


Jakarta, 23 May 2020



Romantic N Seoul Tower

By hanaumiya - 25 March 2020


Sebuah kolaborasi catatan perjalanan musim semi yang saya narasikan dan diabadikan oleh teman seperjalanan saya, Niken.
___________

Namsan Tower atau yang lebih dikenal dengan nama N Seoul Tower, merupakan salah satu ikon kota Seoul yang sangat terkenal dan menjadi latar dari beberapa drama Korea favorit kami, sebut saja My Love from The Star, Boys Before Flower, The Heirs dan masih banyak lagi. Mengunjungi Namsan Tower tentunya menjadi kewajiban bagi kami ketika kami berkesempatan melakukan perjalanan ke Seoul, terlebih dengan banyaknya Sakura bermekaran di sekitarnya, tentu akan menambah banyak cerita yang bisa kami bagikan melalui tulisan ini.

Setelah menikmati makan siang di daerah Itaewon dan sholat Zuhur di Masjid Raya Seoul siang itu, kami berjalan menuju bus stop Itaewon Fire Branch Office yang akan membawa kami ke Namsan Tower. Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit dengan bus nomor 3, tibalah kami di kawasan Namsan dengan kondisi jalan yang penuh sesak dengan berbagai bus wisata yang membawa rombongan turis menuju Namsan Tower. Kami kemudian memilih turun dari bus dan berjalan kaki hingga pemberhentian bus sesungguhnya sebelum mendaki ke pintu masuk Namsan Tower. 

Di dekat bus stop tersebut, ada minimarket Seven Eleven yang dipenuhi para wisatawan yang baru akan naik ke Tower ataupun yang sudah turun. Saya tak mau kalah langsung turut membeli cookies dan sebuah Chilsong (sejenis Sprite) untuk menemani saya yang sudah mulai kedinginan. Sedangkan Niken memilih untuk berjalan kaki berkeliling untuk mengambil gambar pemandangan Sakura di sekitarnya. 

View di sekitar N-Tower
Samyang ke-8ku selama di Korea
Angin bertiup dengan kencang, dari yang awalnya sejuk hingga akhirnya benar-benar dingin dan membuat saya memilih masuk ke dalam minimart untuk mencari kursi kosong di dalam ruangan. Ditemani satu cup Samyang Spicy Chicken beserta kimchi, dan Niken dengan buah-buahannya kamipun mengisi perut di sore hari yang dingin itu, berharap kami masih bertenaga untuk mendaki hingga pintu masuk dan juga agar kami tidak akan kelaparan ketika berada di atas sana. ㅋㅋㅋ... 

Setelah perut terisi dan badan sudah mulai hangat, sekitar pukul 17.00 waktu Korea, kami kemudian memulai pendakian menuju pintu masuk Namsan Tower yang berada di atas sana. Sebetulnya ada pilihan lain untuk sampai di sana yakni dengan menggunakan cable car dari Namsan Cable Car yang salah satunya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 10 menit dari Myeongdong. Tapi kami memilih untuk mendaki sendiri selain karena ingin merasakan momen mendaki dikelilingi Sakura juga untuk menghemat costㅋㅋㅋ...

Pendakian tersebut memang melelahkan, tapi karena kami melakukannya sambil sesekali berfoto dan mengobrol, jarak yang jauh itu menjadi tidak begitu terasa hingga akhirnya kami tiba di area tepat di lantai yang sama dengan pintu masuk ke Namsan Tower. Di area tersebut kita bisa melihat pemandangan kota Seoul dari ketinggian (sebelum nantinya melihat dari puncak Namsan Tower), ada beberapa toko penjual souvenirs, store Olive Young, dan toko lainnya, dan juga di salah satu sudutnya ada spot dimana terdapat Lock of Love yang seperti yang ada di beberapa tempat di sekitar Menara Eiffel Tower dan Venice. 
Spot Lock of Love yang juga sering muncul di beberapa Drama Korea salah satunya My Love From The Star
Kami hanya sebentar mengelilingi area tersebut karena harus bergegas menukarkan tiket masuk yang kami beli di klook.com dan kemudian mengantri di depan pintu masuk untuk menaiki lift. Antriannya memang cukup panjang namun tidak memakan waktu lama, nah ketika kita sudah hampir menuju bibir lift, ada spot photo booth yang fotonya nanti bisa dicetak di tempat pembelian souvenirs (dan tentunya saya dan Niken sama sekali tidak berniat untuk mencetaknya, haha). Setelah sesi photo booth, giliran kami masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan kami ke puncak Namsan Tower__tempat di mana Lee Min Ho meratap mencari Park Shin Hye di drama The Heirs,hehe.. Di dalam lift kami diminta untuk melihat ke atap lift yang menyajikan video 3D dengan segala efeknya seakan kita semua sedang naik roket menuju ruang angkasa dan dalam hitungan detik kami sudah tiba dan keluar dari lift . Inilah lantai 5F dari Namsan Tower di mana kita bisa menikmati panoramic kota Seoul 360 derajat dan pemandangan Gunung Namsan.

Di lantai ini juga ada toko souvenirs yang menjual berbagai pernak-pernik khas N Tower dengan harga yang affordable. Ketika saya sibuk berkeliling melihat souvenirs, Niken menyempatkan diri membeli post card yang merupakan salah satu kebiasaannya ketika travelling. Setelah puas melihat souvenirs, kami kemudian duduk di salah satu sisi N-Tower untuk menikmati perubahan langit dari terang ke gelap di mana kami bisa melihat pemandangan Seoul yang penuh dengan kerlap-kerlip lampu di setiap sudutnya dan ini adalah salah satu favorit saya.

Kiri : pemandangan kota Seoul dari puncak N-Tower. Kanan : Penampakan N-Tower dari tempat kami menunggu bus
Setelah puas menikmati pemandangan malam dari ketinggian, kami memutuskan untuk menyudahi chilling time kami di puncak N Tower dan turun ke lantai bawah di mana spot Lock of Love berada. Sesampainya di luar bangunan, kami langsung disambut oleh dingin yang membuat kami bergidik dan membuat kami masuk ke Olive Young untuk menghangatkan diri sambil mencari acne patch (yang sebetulnya bisa dicari di Myeongdong). Karena tak kuasa dengan dinginnya angin malam, saya memutuskan untuk tidak ikut Niken menuju spot Lock of Love untuk mengambil beberapa foto.

Setelah puas mengambil foto, Niken kembali menyusul saya di Olive Young dan kami kemudian bergegas keluar dan turun menuju bus stop yang akan membawa kami kembali ke area Myeongdong untuk mencari makan malam.

The blossom of love and Cherry trees

Kalau banyak yang bertanya-tanya kenapa sih di dalam drama Korea hampir selalu menjadikan N-Tower sebagai salah satu lokasi wajib dalam beberapa adegan kisah cinta, yaa jawaban hanya satu: karena yaaa memang Namsan Towe SEROMANTIS itu :)


Seoul, 12 April 2019
Hana & Niken