Health Issue
Travel
Thoughts
Review

Ide Cuti Kala Pandemi

By hanaumiya - 9 December 2020

Bagi pekerja kantoran yang memiliki jatah cuti tahunan terbatas, rasanya sudah pasti kita akan memanfaatkan cuti dan libur tersebut dengan sebaik-baiknya. Mulai dari untuk mengurus keperluan pribadi yang mendesak, memanjakan diri dengan semua treatment untuk meredakan stress, hingga rencana traveling yang tentunya sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. 

Namun dengan kondisi pandemi covid-19 selama hampir satu tahun ini, kegiatan dan pergerakan kita sontak menjadi sangat terbatas, terutama yang menyangkut traveling. Padahal traveling menjadi salah satu penyemangat dalam menjalani pekerjaan yang penuh kepenatan sehari-harinya. Jika sebelum pandemi, salah satu kegiatan paling menyenangkan adalah berburu tiket murah. Dan begitu tiket sudah ditangan, rasanya udah se-happy itu, padahal mungkin liburannya masih beberapa bulan lagi, atau bahkan setahun lagi, hehe...

Tapi kini kita semua dipaksa untuk bersabar dan beradaptasi dengan semua kondisi saat ini. Mungkin seiring berjalannya waktu, sudah banyak orang yang berlibur ke luar kota entah dengan jalur udara ataupun dengan road trip untuk meminimalisir intensitas berkontak dengan orang lain. Namun tetap ada yang berbeda, tetap ada kekhawatiran untuk melakukan perjalanan tersebut apalagi jika ada orang tua  atau anak kecil yang dibawa bersama dalam trip tersebut. 

Lalu bagaimana cara kita memanfaatkan cuti tahunan agar juga bisa memberikan efek relax dan nyaman seakan-akan baru kembali dari liburan panjang baik itu ke luar kota maupun ke luar negeri?

  1. Do your hobby
    Jika selama ini saya selalu melakukan yoga di pusat kebugaran dan studio yoga, dengan kondisi ini tentu saja hal tersebut tidak dapat dilakukan. Kemudian saya melatih diri untuk terbiasa melakukan yoga secara mandiri dengan panduan Youtube. Beberapa instructor yoga terbaik dari dalam dan luar negeri sudah banyak membuka kelas online di channel youtube mereka masing-masing, atau bahkan beberapa fitness center juga menyajikan kelas-kelas menarik secara online yang dapat diikuti tidak hanya oleh member tapi juga oleh non-member.
    Mengikuti kelas online tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama perihal spirit untuk memulai kelas dan bertahan hingga kelas selesai. Namun, jika kamu bisa menemukan instructor yang cocok, saya yakin itu akan menjadi spirit tersendiri bagi kamu. Beberapa rekomendasi channel yang biasa saya ikuti ini mungkin bisa menjadi referensi :
    Johan Irawan Hu (salah satu instructure yoga favorit saya selama di Fitness First)

  2. Do something new
    Bagi sebagian orang, menjalani rutinitas di zona nyaman adalah sesuatu yang sudah sangat menyenangkan, tapi bagi sebagian lainnya menantang diri untuk melakukan sesuatu yang baru bisa jadi menjadi salah satu kepuasan bagi mereka. Nah, momen me time inilah yang juga bisa digunakan untuk melakukan sesuatu yang baru, terlepas dari apakah sesuatu tersebut kemudian akan disukai atau justru hanya sekedar jadi ajang coba-coba untuk mencari pengalaman.

    Bagi kamu yang ingin mencoba melukis sebagai pemula, kamu bisa mencoba Painting Kit by Number yang dapat dibeli online di marketplace ataupun di Instagram. Di dalam painting kit ini kamu akan mendapat sebuah kanvas lengkap dengan sketsa yang sudah ada nomor keterangan warna, jadi kamu cukup mengikuti nomor pada sketsa tersebut dengan warna cat pada pallete color yang juga sudah ada di dalam paket, check it out Studio Sanjunipero. Atau bagi yang memang berniat sedikit lebih pro bisa mencoba virtual painting class di Bartega Studio.

    Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of The American Art Therapy Association dikatakan bahwa melakukan aktivitas kreatif selama 45 menit dapat mengurangi stres. Hal ini terkait dengan pengurangan kadar kortisol ketika seseorang berkegiatan seni (sumber halodoc.com). Bagi saya yang baru pertama melukis, saya merasakan efek relax yang luar biasa dalam 30 menit pertama, hingga 3 jam setelah melakukannya saya menyadari bahwa semua penat dan stress tiba-tiba sirna, dan penelitian tersebut terbukti di kali pertama dalam hidup saya bergelut dengan lukisan.

    Paint by number (credit to: Studiosanjunipero)

  3. Pampering yourself
    Seperti kebanyakan wanita, melakukan perawatan tubuh dan wajah menjadi salah satu kebahagiaan tersendiri. Jika saat ini kamu tidak bisa melakukan perawatan di luar, lakukanlah semuanya di rumah. Selama pandemi, saya memanggil jasa massage dan perawatan tubuh ke rumah untuk mengobati rasa kangen dengan masa-masa perawatan ke pusat kecantikan, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yaa.. Atau bisa juga dengan melakukan treatment maskeran dan body scrubbing sendiri dengan rutin selama di rumah.

    Jika sebelum pandemi saya sering mengikuti kelas meditasi di luar sebagai tempat pelarian untuk 'mewaraskan mental', sejak pandemi saya mencoba untuk melakukannya sendiri dirumah baik secara mandiri ataupun dengan mengikuti kelas-kelas online yang kini banyak diadakan. Ternyata meditasi secara virtual memiliki efek yang hampir sama besarnya dengan kelas-kelas offline yang biasa saya ikuti. 

  4. Cafe at Home
    Menghabiskan waktu di cafe sambil blogging, mengerjakan tugas atau sekedar duduk santai dan youtube-an tentu sangat menyenangkan. Dikarenakan semua itu belum aman untuk dilakukan di luar, maka muncullah ide untuk "menciptakan suasana cafe di rumah sendiri". Mengubah ruang makan menjadi cafe dengan segala dekorasi dan peralatan yang ada di rumah nyatanya memiliki efek yang cukup besar dalam membangun mood liburan. Seperti yang saya lakukan hari ini, secangkir hot chocolate, cookies dan laptop sudah cukup membuat liburan saya berwarna. 

    Green tea latte and cookies, such a good combo :)

    Selamat mencoba yah!

Bingung Mau Memulai Belajar Bahasa Korea Dari Mana? Yuk baca!

By hanaumiya - 25 October 2020


Seiring berkembangnya gelombang Korea "hallyu" satu dekade terakhir, Bahasa Korea kian menjadi primadona sebagai salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari oleh kebanyakan masyarakat di dunia, tanpa terkecuali di Indonesia. 

Banyak alasan untuk mempelajari Bahasa Korea termasuk salah satunya karena gelombang K-Pop serta drama Korea yang seakan sudah menjadi konsumsi harian bagi sebagian besar masyarakat kita saat ini. Bahkan bisa dilihat bahwa kini saluran televisi lokal sudah banyak menyajikan program-program yang berasal dari negeri ginseng tersebut. Dengan semakin banyaknya lapisan masyarakat yang terpapar dengan hallyu inilah kemudian membuat semakin banyak orang ingin mempelajari bahasa, budaya dan bahkan sejarah Korea. 

Ada banyak sarana yang dapat digunakan untuk mulai belajar bahasa Korea, apakah itu dengan belajar mandiri, melalui youtube, website ataupun dengan mengikuti kelas kursus regular seperti yang diselenggarakan oleh beberapa institusi. Berikut beberapa hal dapat saya share terkait media pembelajaran bahasa Korea beserta rekomendasi tempat ataupun web untuk belajar Bahasa Korea.

Kursus Regular 
Bagi sebagian orang atau mungkin bagi kebanyakan orang, cara yang paling efektif untuk belajar bahasa adalah dengan mengikuti kelas offline atau kursus regular, di mana kita bisa berinteraksi baik dengan pengajar maupun dengan siswa lainnya dengan menggunakan bahasa yang dipelajari. Berada di dalam satu kelas bersama dengan teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama tentunya memberikan spirit tersendiri dalam mempelajari bahasa tersebut. Berikut tempat kursus regular yang bisa teman-teman ikuti untuk memulai atau bahkan memperdalam kemampuan bahasa Korea di daerah Jakarta:

1. KCC (Korean Culture Center)

KCC merupakan pusat kebudayaan Korea yang berada di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia. Sebagai pusat kebudayaan, KCC tentu memiliki fasilitas, informasi serta kegiatan-kegiatan terkait Korea terbaik sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan dan menyebarkan informasi terkait Korea, salah satunya dengan membuka kelas Bahasa Korea. 

Pada dasarnya kelas Bahasa Korea di KCC juga menggunakan kurikulum King Sejong Institute (KSI) yang juga digunakan di KSIC ataupun KSIJ (yang akan saya jelaskan pada poin selanjutnya). Mungkin karena masih berada di bawah embassy, biaya kursus di KCC menjadi lebih terjangkau bila dibandingkan dengan yang lain. Nah, karena itulah persaingan untuk menjadi murid KCC menjadi sangat sengit. Pendaftaran dilakukan dengan sistem first come first serve, calon murid KCC harus berlomba-lomba mulai mendaftar tepat di saat pendaftaran kelas dibuka (semacam ticket war BTS concert dan concert K-pop lainnya, hehe). Tapi jelas semua itu sepadan dengan biaya dan fasilitas serta pengalaman yang didapatkan selama menjadi murid di KCC. 

Berdasarkan informasi dari beberapa teman yang menjadi murid di KCC, pengajar Bahasa Korea di sana adalah native. Terlebih juga terdapat banyak kelas budaya dan perlombaan yang digelar tidak hanya untuk siswa KCC saja, tapi juga dibuka untuk umum. Tentunya hal inilah yang menjadikan KCC sebagai salah satu tempat belajar Bahasa Korea favorit bagi banyak orang, terutama bagi teman-teman yang ingin mempelajari tidak hanya bahasa, tapi juga terkait budaya dan kebiasaan orang Korea. 

Informasi lebih lanjut mengenai Kelas Bahasa Korea di KCC dapat dicek pada laman berikut :
Web          : id.korean-culture.org/id
Instagram : @kcc.id
Email       : kelasbahasa@kccindonesia.org
Alamat    : Gedung Equity Tower lantai 17 Jalan Jend Sudirman SCBD Lot 9, Senayan, Jakarta Selatan
Phone      : 6221-29035650


2. KSIC (King Sejong Institute Center) dan KSIJ (King Sejong Institute Jakarta)

King Sejong Institute Foundation adalah salah satu institusi publik dibawah naungan Minister of Culture, Sports and Tourism Korea Selatan yang didirikan untuk mengelola pendidikan Bahasa Korea dan penyebaran Budaya Korea di dunia. Keberadaan KSIF bertujuan untuk menyebarluaskan kepada masyarakat dunia mengenai bahasa serta budaya Korea dengan harapan dapat membuat ketertarikan dunia terhadap Korea berkembang menjadi pemahaman dan kecintaan pada Korea (source : sejonghakdang.org).

KSI sudah tersebar di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia. Di Jakarta sendiri terdapat KSIC (King Sejong Institute Center) dan KSIJ (King Sejong Institute Jakarta), sedangkan di luar Jakarta juga masih ada KSI Bandung, KSI Surabaya dan KSI Yogyakarta. 

Kurikulum yang digunakan oleh semua KSI adalah kurikulum standar yang diterbitkan oleh KSI Foundation. Sehingga jika sebelumnya kamu adalah siswa KSI Jakarta dan memiliki sertifikat kelulusan tingkat, maka kamu dapat melanjutkan di KSI lain untuk level selanjutnya. Namun, untuk detail teknis tiap-tiap institusi pastinya memiliki ketentuannya masing-masing, maka untuk informasi lebih lanjut terkait hal ini dapat didiskusikan terlebih dahulu kepada KSI yang dituju.

Kenapa belajar di KSIJ?
  • Pengajar / instruktur native
    Setali dengan KCC, baik KSIC dan KSIJ memiliki pengajar native yang dikirim langsung dari KSIF di Korea. Belajar dengan native instruktur adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan bahasa seseorang. Banyak keuntungan yang didapat dengan difasilitasi oleh native speaker dalam mempelajari suatu bahasa, seperti secara tidak langsung kita dipaksa untuk berbicara dengan menggunakan bahasa tersebut, meskipun tetap akan bercampur dengan Bahasa Inggris untuk menjembatani gap yang tercipta saat proses pembelajaran.
  • Kelas budaya secara berkala
    Tidak hanya belajar bahasa, KSIC & KSIJ juga menyediakan kelas budaya secara berkala yang dapat diikuti oleh semua siswa. Selain itu, KSI juga turut serta merayakan dan menyelenggarakan berbagai aktivitas dalam menyambut perayaan-perayaan yang ada di Korea, seperti Seollal, Chuseok dan lain-lain. Hal inilah yang membuat pembelajaran Bahasa Korea menjadi semakin menarik dan menyenangkan untuk terus diikuti.

  • Perlombaan Bahasa Korea
    Setiap tahun KSI mengadakan beberapa lomba untuk mengasah dan mengetes kemampuan Bahasa Korea para siswa, mulai dari lomba menulis hingga lomba pidato dalam Bahasa Korea. Nah, untuk lomba pidato ini, hadiahnya sangat luar biasa. Selain mendapat beasiswa untuk melanjutkan kursus di level selanjutnya, pemenang utama juga akan dikirim ke Korea sebagai perwakilan untuk mengikuti workshop dan trip di Korea bersama perwakilan KSI dari seluruh dunia. Sangat menarik bukan?
  • Adanya graduation day pada akhir tingkat
    Dalam satu tahun, terdapat dua periode pendaftaran yang dapat diikuti, yakni awal dan pertengahan tahun. Pada setiap kelulusan tingkat, KSIJ mengadakan graduation day untuk seluruh siswa pada setiap level. Pada acara tersebut turut hadir Kepala KSIJ serta seluruh pengajar KSIJ untuk memberikan selamat kepada seluruh yang lulus serta beberapa penghargaan bagi siswa-siswa dengan pencapaian / performa terbaik.
    Tak ketinggalan penghargaan juga diberikan kepada para pengajar yang dengan penuh dedikasinya membagikan ilmu mereka kepada para siswa. Ceremony seperti ini biasanya dijadikan momentum bagi para siswa untuk menunjukkan apresiasi mereka terhadap para pengajar yang selama 4-5 bulan bersabar mengajar dan membimbing mereka. Siswa bisa berfoto bersama, memberikan hadiah kepada pengajar serta berfoto bersama teman-teman sekelas serta pengajar.

  • Biaya les yang masih cukup terjangkau 
    Bila dibandingkan dengan KCC, biaya les di KSIJ dan KSIC memang masih berada di atas. Namun dengan kualitas pengajaran, fasilitas serta semua kegiatan yang dilakukan selama proses belajar-mengajar, rasanya biaya tersebut masih relatif sepadan.
Informasi lebih lanjut mengenai Kelas Bahasa Korea di KSIJ dapat dicek pada laman berikut :
Instagram : @ksi_id
Facebook : @ksi.idjakarta
Alamat    : Kampus Universitas Nasional, Jalan Sawo Manila No.61 Pejaten Barat, Jakarta Selatan
Phone      : 6221-7800981

Informasi lebih lanjut mengenai Kelas Bahasa Korea di KSIC dapat dicek pada laman berikut :
Instagram : @ksic.indonesia
Facebook : @ksic.indonesia
Alamat    : APL Office Tower 18th floor, Jl. S. Parman Tanjung Duren, Jakarta Barat
Phone      : 6221-225663316


3. LBI (Lembaga Bahasa Internasional) FIB UI
Bagi mahasiswa UI atau teman-teman yang tinggal di daerah Depok pasti sudah tidak asing lagi dengan LBI. LBI adalah lembaga bahasa yang berada di bawah naungan FIB (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya) Universitas Indonesia yang juga menyediakan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Selain program BIPA, LBI juga menyediakan berbagai jenis kursus bahasa asing mulai dari Bahasa Inggris, Mandarin, Korea Perancis dan lain-lain. 

Informasi mengenai Kursus Bahasa Korea di LBI dapat dicek pada laman berikut :
Web          : klik di sini
Instagram : @lbi_fib_ui
Email       : info.lbiui@gmail.com
Alamat.    : Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, Gedung X lantai 1, Kampus UI Depok


Kursus Online 
Berbeda dengan kelas regular yang membutuhkan komitmen kehadiran dan waktu yang cenderung terjadwal dalam setiap pembelajarannya, kelas online menawarkan waktu yang lebih fleksibel dari segi waktu juga sumber pembelajaran yang beragam. Melalui web dan Youtube misalnya, kita dapat memilih materi serta instruktur dengan gaya pengajaran yang sesuai dengan cara belajar kita masing-masing. 

Berikut saya cantumkan beberapa web atau Youtube favorit berdasarkan pengalaman belajar Banasa Korea selama hampir dua tahun terakhir :

1. Go Billy Korean
Go Billy Korean adalah salah satu channel favorit saya. Penyajian materi yang sangat applicable dengan penyampaian yang cukup santai nan menarik menjadi keunggulan tersendiri bagi chanel ini. Terlebih Billy yang merupakan native English speaker, mampu menyampaikan materi dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Billy sering kali mengaitkan grammar Bahasa Korea dengan grammar Bahasa Inggris yang tentunya sangat membantu kita lebih mudah memahami penggunaan grammar-grammar tersebut. 
Web        : gobillykorean.com
Youtube  : GoBillyKorean


2. Talk To Me In Korean
Tidak kalah dari Go Billy Korean, TTMIK juga merupakan salah satu favorit saya, selain karena penjelasan yang simple, TTMIK juga mengandalkan video-video dan visual yang sangat menarik untuk ditonton. Tidak hanya web dan youtube, TTMIK juga memiliki podcast dengan judul yang sama dan mengusung tema-tema serta grammar singkat yang dapat kita dengarkan di mana saja bahkan sambil berkendara. 
Web        : talktomeinkorean.com
Youtube  : talktomeinkorean


3. Prof. Yoon's Korean Language Class
Dengan mengusung konsep belajar seperti di sekolah, Prof. Yoon memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang suatu topik ataupun grammar. Secara keseluruhan, bagi kalian yang sedang belajar Bahasa Korea secara mandiri dan otodidak, channel ini dapat menjadi pilihan karena memberikan informasi dan penjelasan secara utuh sehingga sangat membantu dalam memahami suatu materi.


4. 베이직 코리안 Basic Korean 
Dengan menggunakan Bahasa Korea full dalam setiap penjelasannya tidak kemudian menjadikan channel ini tidak menarik untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran. Meskipun dengan pengantar Bahasa Korea, channel ini tetap menyediakan subtitle berbahasa Inggris untuk menyasar penonton international. Berbeda dengan tiga channel yang saya sebutkan di atas, di mana semuanya menampilkan penampakan sang instruktur dan gambar-gambar visual yang menarik, channel ini hanya menampilkan power point yang berisi contoh kalimat, contoh pemakaian kata, rumus grammar, dan contoh pemakaian grammar pada suatu kalimat. Nah, inilah salah satu kelebihan dari channel ini. Kita diberikan rumus-rumus yang jelas serta contoh-contoh kalimat dan pemakaian yang cukup banyak, sehingga secara tidak langsung kita menjadi familiar dan terbiasa dengan penggunaan grammar ataupun kata-kata yang sedang dipelajari. 
Youtube    : Basic Korean


Demikianlah yang dapat saya share terkait pembelajaran Bahasa Korea. Semoga sedikit banyak dari tulisan ini dapat membantu teman-teman yang sedang mencari informasi terkait belajar Bahasa Korea. 
Sampai jumpa di tulisan lain!

Yang Berbeda Dari Lebaran 2020

By hanaumiya - 23 May 2020

Tahun 2020 tidak disangka-sangka memberi kejutan luar biasa bagi seluruh penghuni bumi, bumi seakan dilumpuhkan oleh organisme super kecil bernama Coronavirus. Coronavirus atau yang penyakitnya disebut Covid-19 muncul pertama kali di kota Wuhan, China sejak akhir tahun 2019 dan hingga kini mengguncang hampir seluruh penjuru negeri. Tanpa kecuali kami, sekelompok masyarakat yang tinggal di Ibukota yang masih harus berjibaku menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari penyakit tersebut. 

Covid-19 tidak hanya mengubah cara hidup kita sebagai masyarakat, namun juga kemunculannya yang nyatanya mampu membuat bulan Ramadhan dan Lebaran 2020 ini sangat berbeda dari yang biasa kami jalani selama puluhan tahun sebelumnya. Bagi kami ramadhan tidak hanya tentang puasa, namun ia identik dengan "kebersamaan". Berbuka puasa bersama keluarga besar, kerabat, teman-teman, shalat tarawih berjamaah, bertemu dengan keluarga atau tetangga yang mungkin jika bukan karena tarawih tidak dapat kita temui. 

Satu bulan penuh selama ramadhan, kita yang mungkin sebelumnya penuh dengan aktivitas-aktivitas di luar, kini kita dipaksa untuk memangkas kebiasaan itu dan berdiam diri di dalam rumah atau yaa tetap bekerja juga bagi sebagian orang. Dengan ini kita bisa melihat secara keseluruhan bahwa kegiatan kita hanya terbatas pada rumah-kantor-rumah (bagi pekerja) atau rumah-rumah-rumah (bagi yang stay at home atau work from home. Lalu hikmah apa yang bisa diambil dari kondisi ini?

Big frame yang paling kentara sebetulnya adalah "Tuhan itu sedang memberi kita kesempatan untuk menghabiskan waktu lebih banyak untuk mendekat dan beribadah kepadaNya pada ramadhan kali ini." Terlebih sebetulnya ini juga merupakan tes bagi diri kita masing-masing, apakah dengan kondisi ini, dengan kondisi yang memungkinkan kita memiliki lebih banyak waktu untuk berduaan dengan Sang  Empunya Waktu, apakah ibadah kita bisa menjadi lebih baik dari segi kualitas dan juga kuantitas? Apakah semangat kita tetap bisa sama meskipun (katakanlah) kita lebih bersemangat kalau shalat tarawih di masjid bersama-sama dengan yang lain?

Sedih adalah ketika mendengar adzan, namun sang muadzin yang biasanya mengajak semua kaum muslim untuk sholat berjamaah justru kini menghimbau kita semua untuk beribadah dari rumah. Bukan hanya pada saat sholat 5 waktu dan tarawih, pun pada saat sholat Ied yang pada akhirnya menjadi akhir dari rangkaian ramadhan dan lebaran. Sedih, pilu, lebaran kali ini terasa sangat berbeda. 

Saat ini, dunia butuh berisitirahat, ada sistem yang memang sudah saatnya di-restart kembali dan kita semua butuh jeda. Jeda dari segala hal yang selama ini dianggap biasa dan wajar, jeda dari segala hiruk-pikuk dunia dan menikmati kesenyapan ini. Bersama-sama berdoa agar dunia segera pulih, kita semua terlindungi dan bisa bertemu kembali dengan ramadhan dan lebaran tahun depan dengan kondisi yang jauh lebih baik. Aminn..


Jakarta, 23 May 2020



Romantic N Seoul Tower

By hanaumiya - 25 March 2020


Sebuah kolaborasi catatan perjalanan musim semi yang saya narasikan dan diabadikan oleh teman seperjalanan saya, Niken.
___________

Namsan Tower atau yang lebih dikenal dengan nama N Seoul Tower, merupakan salah satu ikon kota Seoul yang sangat terkenal dan menjadi latar dari beberapa drama Korea favorit kami, sebut saja My Love from The Star, Boys Before Flower, The Heirs dan masih banyak lagi. Mengunjungi Namsan Tower tentunya menjadi kewajiban bagi kami ketika kami berkesempatan melakukan perjalanan ke Seoul, terlebih dengan banyaknya Sakura bermekaran di sekitarnya, tentu akan menambah banyak cerita yang bisa kami bagikan melalui tulisan ini.

Setelah menikmati makan siang di daerah Itaewon dan sholat Zuhur di Masjid Raya Seoul siang itu, kami berjalan menuju bus stop Itaewon Fire Branch Office yang akan membawa kami ke Namsan Tower. Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit dengan bus nomor 3, tibalah kami di kawasan Namsan dengan kondisi jalan yang penuh sesak dengan berbagai bus wisata yang membawa rombongan turis menuju Namsan Tower. Kami kemudian memilih turun dari bus dan berjalan kaki hingga pemberhentian bus sesungguhnya sebelum mendaki ke pintu masuk Namsan Tower. 

Di dekat bus stop tersebut, ada minimarket Seven Eleven yang dipenuhi para wisatawan yang baru akan naik ke Tower ataupun yang sudah turun. Saya tak mau kalah langsung turut membeli cookies dan sebuah Chilsong (sejenis Sprite) untuk menemani saya yang sudah mulai kedinginan. Sedangkan Niken memilih untuk berjalan kaki berkeliling untuk mengambil gambar pemandangan Sakura di sekitarnya. 

View di sekitar N-Tower
Samyang ke-8ku selama di Korea
Angin bertiup dengan kencang, dari yang awalnya sejuk hingga akhirnya benar-benar dingin dan membuat saya memilih masuk ke dalam minimart untuk mencari kursi kosong di dalam ruangan. Ditemani satu cup Samyang Spicy Chicken beserta kimchi, dan Niken dengan buah-buahannya kamipun mengisi perut di sore hari yang dingin itu, berharap kami masih bertenaga untuk mendaki hingga pintu masuk dan juga agar kami tidak akan kelaparan ketika berada di atas sana. ㅋㅋㅋ... 

Setelah perut terisi dan badan sudah mulai hangat, sekitar pukul 17.00 waktu Korea, kami kemudian memulai pendakian menuju pintu masuk Namsan Tower yang berada di atas sana. Sebetulnya ada pilihan lain untuk sampai di sana yakni dengan menggunakan cable car dari Namsan Cable Car yang salah satunya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 10 menit dari Myeongdong. Tapi kami memilih untuk mendaki sendiri selain karena ingin merasakan momen mendaki dikelilingi Sakura juga untuk menghemat costㅋㅋㅋ...

Pendakian tersebut memang melelahkan, tapi karena kami melakukannya sambil sesekali berfoto dan mengobrol, jarak yang jauh itu menjadi tidak begitu terasa hingga akhirnya kami tiba di area tepat di lantai yang sama dengan pintu masuk ke Namsan Tower. Di area tersebut kita bisa melihat pemandangan kota Seoul dari ketinggian (sebelum nantinya melihat dari puncak Namsan Tower), ada beberapa toko penjual souvenirs, store Olive Young, dan toko lainnya, dan juga di salah satu sudutnya ada spot dimana terdapat Lock of Love yang seperti yang ada di beberapa tempat di sekitar Menara Eiffel Tower dan Venice. 
Spot Lock of Love yang juga sering muncul di beberapa Drama Korea salah satunya My Love From The Star
Kami hanya sebentar mengelilingi area tersebut karena harus bergegas menukarkan tiket masuk yang kami beli di klook.com dan kemudian mengantri di depan pintu masuk untuk menaiki lift. Antriannya memang cukup panjang namun tidak memakan waktu lama, nah ketika kita sudah hampir menuju bibir lift, ada spot photo booth yang fotonya nanti bisa dicetak di tempat pembelian souvenirs (dan tentunya saya dan Niken sama sekali tidak berniat untuk mencetaknya, haha). Setelah sesi photo booth, giliran kami masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan kami ke puncak Namsan Tower__tempat di mana Lee Min Ho meratap mencari Park Shin Hye di drama The Heirs,hehe.. Di dalam lift kami diminta untuk melihat ke atap lift yang menyajikan video 3D dengan segala efeknya seakan kita semua sedang naik roket menuju ruang angkasa dan dalam hitungan detik kami sudah tiba dan keluar dari lift . Inilah lantai 5F dari Namsan Tower di mana kita bisa menikmati panoramic kota Seoul 360 derajat dan pemandangan Gunung Namsan.

Di lantai ini juga ada toko souvenirs yang menjual berbagai pernak-pernik khas N Tower dengan harga yang affordable. Ketika saya sibuk berkeliling melihat souvenirs, Niken menyempatkan diri membeli post card yang merupakan salah satu kebiasaannya ketika travelling. Setelah puas melihat souvenirs, kami kemudian duduk di salah satu sisi N-Tower untuk menikmati perubahan langit dari terang ke gelap di mana kami bisa melihat pemandangan Seoul yang penuh dengan kerlap-kerlip lampu di setiap sudutnya dan ini adalah salah satu favorit saya.

Kiri : pemandangan kota Seoul dari puncak N-Tower. Kanan : Penampakan N-Tower dari tempat kami menunggu bus
Setelah puas menikmati pemandangan malam dari ketinggian, kami memutuskan untuk menyudahi chilling time kami di puncak N Tower dan turun ke lantai bawah di mana spot Lock of Love berada. Sesampainya di luar bangunan, kami langsung disambut oleh dingin yang membuat kami bergidik dan membuat kami masuk ke Olive Young untuk menghangatkan diri sambil mencari acne patch (yang sebetulnya bisa dicari di Myeongdong). Karena tak kuasa dengan dinginnya angin malam, saya memutuskan untuk tidak ikut Niken menuju spot Lock of Love untuk mengambil beberapa foto.

Setelah puas mengambil foto, Niken kembali menyusul saya di Olive Young dan kami kemudian bergegas keluar dan turun menuju bus stop yang akan membawa kami kembali ke area Myeongdong untuk mencari makan malam.

The blossom of love and Cherry trees

Kalau banyak yang bertanya-tanya kenapa sih di dalam drama Korea hampir selalu menjadikan N-Tower sebagai salah satu lokasi wajib dalam beberapa adegan kisah cinta, yaa jawaban hanya satu: karena yaaa memang Namsan Towe SEROMANTIS itu :)


Seoul, 12 April 2019
Hana & Niken

A Birthday Contemplation

By hanaumiya - 16 March 2020

Selamat datang di usia baru, Hana!

Tahun terus berlalu dan tanpa disadari ulang tahun justru menandakan semakin pendek waktu kita untuk berada di bumi ini, yang entah kapan jika memang kontrak hidup kita sudah habis ya pastinya kita akan meninggalkan semua yang kita miliki saat ini. 

Ulang tahun bagi saya bukan sesuatu yang istimewa, bukan sesuatu yang saya tunggu, juga bukan sesuatu yang saya takutkan. Saya bukan anti dengan perayaan, bukan juga menggandrungi pesta ulang tahun. Bagian terbaik dari ulang tahun bukanlah ketika tiup lilin, bukan pula ketika mendapat hadiah dari orang-orang tersayang. Bagi saya, bagian terindah itu adalah ketika saya mendengar dan meng-aminkan doa-doa yang disampaikan oleh keluarga, teman, dan orang-orang terdekat saya pada hari tersebut.

Saya mengapresiasi setiap orang yang bersedia menyisikan sedikit waktunya untuk mendoakan meskipun hanya berupa rangkaian kalimat yang dikirim melalui pesan singkat. Doa-doa mereka membuat saya semakin merasa begitu disayang oleh Tuhan, betapa baiknya Tuhan mengirimkan orang-orang ini untuk hadir dalam perjalanan hidup saya. Karena saya percaya bahwa terkadang Tuhan justru mengabulkan doa yang disampaikan orang lain untuk diri kita, dan semakin banyak orang yang mendoakan maka semakin besar juga kemungkinan doa-doa baik tersebut akan dikabulkan oleh Tuhan.

What's your own wishes on your birthday, Hana?
I want to live my life with my own standard of happiness.

Setiap orang tentunya punya standar kebahagiaannya masing-masing, entah standar itu dibuat oleh dirinya sendiri atau bahkan mengikuti standar yang sudah ada dalam masyarakat. Tidak ada lebih baik ataupun lebih buruk dari kedua hal tersebut, semuanya kembali lagi pada kenyamanan masing-masing pihak dalam memaknai keduanya.

Menilik lagi perjalanan hidup sekian tahun ke belakang, saya sadar bahwa selama beberapa waktu lamanya saya sempat menjalani pilihan-pilihan hidup dengan berpatok pada standar yang belaku di masyarakat. Saat itu saya meyakini bahwa sesuatu itu adalah benar / baik jika sesuai dengan yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Yang saya lihat pada saat itu hanyalah ke sisi luar yakni dengan menjadikan standar sosial / masyarakat, tanpa sempat mempertanyakan apakah standar itu sesuai dengan apa yang memang saya inginkan, apakah itu semua sesuai dengan prinsip ataupun value yang saya miliki dan apakah itu semua bisa membuat saya bahagia. Saya tidak pernah bertanya ke dalam diri hingga tidak tahu apa yang sebetulnya saya inginkan dan akhirnya hanya mengikuti apa yang 'seharusnya' dilakukan berdasarkan kacamata masyarakat.

Dengan melakukan banyak self-talk, mendengarkan inner voice dan berkontemplasi, perlahan saya mulai menemukan konsep yang kemudian mendobrak pemikiran saya tentang makna kesuksesan dan kebahagiaan. Dua hal yang dijadikan sebagai tujuan hidup bagi kebanyakan orang, termasuk saya.

Semua orang ingin mencapai kesuksesan dan semua orang juga ingin menjalani hidup yang bahagia. Tapi apakah definisi sukses dan bahagia bagi setiap orang sudah pasti sama? dan apakah dalam satu kelompok masyarakat memiliki standar tertentu mengenai titik kesuksesan dan kebahagiaan itu sendiri?

Pertama, setiap orang punya definisi tersendiri tentang arti sukses dan bahagia. Misal bagi si A sukses itu adalah ketika dia bisa memiliki karir yang mapan dan memiliki rumah serta mobil mewah. Dan mungkin baginya bahagia adalah ketika Ia bisa menikah dengan seseorang yang baik dan memiliki anak-anak yang sehat. Semua pencapaian yang biasanya bisa diukur dengan satuan materi atau sesuatu yang bisa dilihat dengan mata, itulah yang kemudian dipercayai dan juga dijadikan standar kesuksesan dan kebahagaiaan dalam suatu masyarakat.

Pertanyaan selanjutnya adalah, "apakah definisi sukses dan bahagia tersebut adalah definisi yang ingin kita benarkan dan kita ikuti dalam menjalani hidup kita?" atau "apakah hanya karena mayoritas masyarakat menggunakan standar tersebut dalam memaknai sebuah kesuksesan dan kebahagiaan, lalu kita pun harus turut mengikutinya hanya untuk mendapat legitimasi dari masyarakat?"

Kesuksesan tidak melulu tentang materi, tidak melulu tentang jabatan ataupun kekuasaan. Terkadang ia bersemayam dalam bentuk yang abstrak dan mungkin hanya bisa dilihat oleh diri kita sendiri, misalnya saja ketika kita berhasil menjadikan diri kita manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Sesimple ketika kita berhasil mengubah kebiasaan di waktu luang yang sebelumnya banyak digunakan untuk scrolling di Instagram dan memanfaatkan waktu tersebut untuk membaca buku. Juga sesimple ketika kita berhasil bertahan meskipun sebelumnya sudah hampir menyerah_dalam kondisi apapun.

Kedua contoh tersebut mungkin sepele dan mungkin juga tidak ada dalam kategori sukses yang biasanya diakui oleh orang lain. Tapi bagi diri kita, meskipun kecil namun semua keberhasilan dalam mengubah kondisi / kebiasaan dari yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik tentunya bisa diartikan sebagai salah satu pencapaian dalam perjalanan penghidupan kita.

Kebanyakan dari kita sibuk mempertimbangkan judgement dari orang lain ketika akan melakukan sesuatu atau ketika dihadapkan pada suatu pilihan. Banyak orang yang tanpa sadar membiarkan dirinya terbudaki oleh standart yang berlaku dalam masyarakat sehingga tidak sedikit yang akhirnya terjebak dalam keputusan yang mungkin sebetulnya tidak mereka inginkan.

Kita memang tidak hidup sendiri di dunia ini, ada pihak-pihak yang juga harus dipikirkan dan dijadikan bahan pertimbangan dalam segala hal, mereka bisa berbentuk keluarga, pasangan, sahabat atau apapun itu yang bisa dikategorikan sebagai “ring satu” dalam hidup kita. Orang-orang yang benar-benar mengenalmu, yang mempercayai dan akan mendukung segala keputusan yang kamu ambil.

Saya meyakini bahwa pada akhirnya kitalah yang bertanggung jawab atas hidup yang kita jalani. Semua pilihan dalam hidup yang kita ambil pasti adalah keputusan yang terbaik pada saat itu, terlepas dari hasilnya benar-benar baik atau justru sebaliknya. Yang menjadi poin penting adalah, jangan sampai kita menyesal karena kehilangan kesempatan untuk mengambil keputusan terbaik hanya karena terbelenggu oleh penghakiman orang lain terhadap setiap keputusan yang diambil. Setidaknya, jika memang keputusan itu akhirnya salah, kita tidak akan menyalahkan orang lain, pun jika ternyata keputusan itu benar, justru akan meningkatkan kepercayaan diri bahwa kita mampu secara mandiri mengambil keputusan yang tepat.

Lakukan apa yang menurutmu benar, terlebih lagi lakukan hal yang kamu yakini bisa membuatmu bahagia. Rasanya sayang banget kalau hidup yang sangat singkat ini tidak digunakan sebaik-baiknya untuk membahagiakan diri sendiri dan orang-orang terkasih. WOLO - We only live once, Babe!