Health Issue
Travel
Thoughts
Review

Weekend List – Bamed Skin Care

By hanaumiya - 12 September 2016

Kali ini saya akan berbagi pengalaman treatment wajah yang saya lakukan di Bamed Skin Care yang sedang famous seantero instagram beberapa tahun terakhir ini. Bamed Skin Care memiliki dua klinik di Jakarta yakni di Dharmawangsa Square Jakarta Selatan dan di Meruya Jakarta Barat. Bagi saya yang anak selatan, Bamed di Dharmawangsa Square tentu menjadi pilihan utama saya.

Sebetulnya saya sudah sejak tahun lalu melakukan treatment wajah dan menggunakan produk dari Bamed Skin Care ini, namun karena satu dan lain hal saya baru sempat menuliskan pengalaman saya sekarang.

Perkenalan saya dengan Bamed pada awalnya adalah hanya dari Instagram. Bermula ketika akhir tahun lalu kulit wajah saya yang selama ini sangat bersahabat tiba-tiba mulai muncul jerawat dalam jumlah yang sudah diambang batas wajar, awalnya saya masih mencoba menggunakan cara-cara alami karena saya sangat anti dengan yang namanya dokter kecantikan. Tidak berhasil kemudian saya beralih menggunakan beberapa produk ramah lingkungan seperti Body Shop dengan harapan itu akan menjadi penyelamat saya dan ternyata gagal. Setelah berusaha mencari informasi dan membaca testimoni pasien-pasien lain akhirnya saya menghubungi Bamed Dharmawangsa untuk membuat appointment dengan salah satu dokter yang pada hari itu praktik di jam yang saya inginkan, dan saat itu saya mendaftar dengan Dokter Mardiati Gandjardani.

Kesan pertama yang saya dapat pada saat itu adalah kesan homey ditambah dengan pelayanan yang sangat ramah, hanya saja saat itu tempatnya agak sedikit sempit. Setelah melakukan registrasi saya kemudian masuk ke ruangan untuk konsultasi dan tindakan. Fokus saya saat itu adalah untuk menyembuhkan jerawat dan menghilangkan bekasnya, kemudian Dokter Mardiati melakukan penyuntikan pada jerawat yang ada di wajah saya, rasanya cenut-cenut seperti digigt semut. Setelah itu dokter melakukan treatment Chemical Peeling pada wajah saya, treatment ini tidak memakan waktu lama, tidak seperti treatment Athena (akan saya jelaskan selanjutnya). Prosesnya dilakukan langsung oleh dokter karena menggunakan semacam cairan khusus, setelah selesai saya kemudian langsung membuat janji untuk konsultasi selajutnya. Dari dokter Mardiati saya dibekali beberapa jenis krim seperti peeling cream, sunscreen, acne cream, night cream serta cleanser yang harus saya pakai daily basis. Selesai treatment, saya melihat jerawat yang sebelumnya disuntik memerah dan sangat mengejutkan wajah saya kincloong sekali, sama sekali tidak menyangka bahwa hasil dari kunjungan pertama di Bamed bisa seperti ini, tujuan awal hanya ingin menghilangkan jerawat tapi ternyata dapat bonus wajah glowing dan cling seperti ini, benar-benar beyond my expectation :)

Ada beberapa hal yang membuat saya akhirnya jatuh hati melakukan treatment di Bamed, salah satunya adalah dokter memberikan contact pribadi mereka untuk bisa dihubungi apabila ada kondisi-kondisi yang memang ingin ditanyakan setelah dilakukannya treatment. Ditambah lagi semua cream yang diberikan oleh Bamed tidak membuat ketergantungan seperti yang saya takutkan sebelumnya, pernah satu ketika night cream saya habis dan saya belum sempat untuk konsultasi ataupun membeli lagi dan itu tidak berdampak apapun pada saya. Mungkin kondisi-kondisi seperti ini tergantung kondisi kulit masing-masing orang yaa, tapi Alhamdulillah kulit saya tidak menunjukkan reaksi apapun ketika berhenti menggunakan produk dari Bamed. Satu lagi yang saya suka, dokter Mardiati sangat informatif dan sangat ramah menghadapi saya yang banyak bertanya soal kondisi kulit saya ini, maklum ini pertama kalinya saya mempercayakan kulit saya untuk ditangani oleh dokter kulit ataupun dokter kecantikan. 


Microdermabrasi Athena

Kunjungan kedua saya lakukan sekitar 3 minggu sejak konsultasi pertama, dan kali ini saya konsultasi dengan dr. XXX karena kebetulan jadwal saya bentrok dengan jadwal dr. Mardiati yang sebelumnya sudah saya arrange. Tidak seperti sebelumnya ketika saya datang pada weekdays, kali ini saya mencoba datang pada hari Sabtu dan saya agak kaget karena ternyata hari sabtu Bamed sangat ramai pengunjung. Saya yang datang 1 jam lebih awal dari jadwal konsultasi harus menunggu di luar karena kursi tunggunya sudah lumayan penuh oleh antrian pasien-pasien yang lain. Sekitar 1,5 jam kemudian dokter XXX datang dan saya sebagai pasien nomor urut 1. 

Ketika masuk ke ruang konsultasi, saya langung diminta untuk berbaring agar dokter bisa memeriksa kondisi wajah saya, saya kemudian menjelaskan prihal bekas jerawat dan adanya beberapa buah jerawat yang ada di wajah dan sangat mengganggu. Kemudian dokter XXX langung melakukan tindakan suntik jerawat seperti yang sudah pernah saya jalankan pada kunjungan pertama sebelumnya. Setelah itu saya mengatakan bahwa saya ingin coba treatment athena dan  sayapun langsung dirujuk ke ruang treatment yang berbeda dengan ruang konsultasi dokter. Nah sebelumnya saya ingin berkomentar sedikit mengenai konsultasi saya dengan dokter kali ini, saya merasa kali ini saya tidak mendapat banyak informasi dari dokter karena kesan yang saya tangkap dokter XXX sangat terburu-buru dan menjawab pertanyaan saya dengan sekedarnya. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk menjatuhkan siapapun di sini, tapi sebagai pasien yang bukan pertama kali melakukan treatment di sini saya tentunya akan membandingkan pelayanan yang saya terima hari ini dengan yang sebelumnya.

Kembali ke proses athena yaa..hehe. Setelah masuk ruangan treatment perawat menyiapkan alat semacam alat vacum kecil untuk treatment ini, kemudian proses athena pun dimulai, oleh sang perawat. Pada intinya treatment athena ini adalah proses pengangkatan kulit mati pada wajah, yang saya rasakan pada wajah adalah kulit saya terasa disedot kotorannya, perawatpun menyusuri seluruh wajah saya dengan alat tersebut, yang terasa adalah ketika alat tersebut di arahkan ke area hidung dimana banyak terdapat komedo, rasanya sangat menyenangkan.

Setelah  seluruh proses vakum wajah selesai, kemudian wajah akan diolesi oleh masker vitamin C. Nah dikarenakan hari itu sangat ramai, jadi setelah proses pemakaian masker wajah saya diminta untuk menunggu di area tunggu bagian dalam, karena ruang treatment akan digunakan untuk pasien lain. Sebetulnya bagi saya hal ini sangat tidak menyenangkan karena sangat awkward ketika harus keluar ruangan treatment dengan kondisi treatment belum selesai sepenuhnya. Namun saya berusaha memaklumi karena keterbatasan tempat yang memang tidak terlalu besar pada saat itu. Setelah masker kering perawat kemudian menghampiri saya untuk membersihkan sisa masker dan akhirnya semua tahapan treatment athena ini selesai. Kesan yang saya dapat dari treatment ini cukup memuaskan, komedo cukup terangkat meskipun belum semuanya, karena menurut perawat harus dilakukan beberapa kali athena untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dari semua tahapan mungkin yang saya suka adalah bagian pemaskeran wajah menggunakan masker vitamin C, sangat mengasyikkan. 

Bagi saya yang sudah pernah mencoba Peeling di Bamed, mungkin after effect dari athena tidak sekinclong Peeling, tapi efek yang paling terasa adalah kulit wajah terasa ringan, halus dan tidak kusam seperti ketika baru datang. Oiya, sekedar informasi menurut sumber treatment Athena ini adalah treatment favorit lhoo di Bamed.

Beberapa waktu lalu saya sempat datang ke Bamed tidak untuk treatment melainkan hanya membeli cleanser saya yang kebetulan sudah habis, dan kini Bamed sudah expand ruangan lhoo, sangat nyaaman dan tetap terasa homey. Jadi kini tidak perlu khawatir lagi untuk menunggu antrian karena ruang tunggunya semakin banyak dan nyaman, jadi tidak sabar untuk next treatment, hehe..  

Berikut jadwal terbaru dokter-dokter di Bamed, saya ambil ini dari account Instagramnya Bamed Skin Care semoga bermanfaat.



Demikian sedikit sharing saya tentang pengalaman saya di skin care ini, semoga bermanfaat. Next akan saya tuliskan lagi mengenai treatment-treatment lainnya yang sudah saya coba. Happy reading! :)


Surat Kecil untuk Sahabatku di Langit

By hanaumiya - 4 September 2016

Sebuah kisah tentang persahabatan...

Tadi malam kamu kembali datang di mimpiku, menyapa, menanyakan kabar dan kita berbincang dengan singkat hingga kemudian kamu tersenyum dan pergi. 

Pagi ini, ketika sedang membereskan laci di kamar, aku menemukan beberapa foto kebersamaan kita sekian belas tahun yang lalu. Di foto itu, aku, kamu, dia dan satu lagi sahabat wanita kita tertawa lepas, saling merangkul, penuh kasih sayang, seperti wajah-wajah ABG kebanyakan yang tanpa beban, dan saat itu kamu masih bergitu sehat, begitu gempal, dan tertawa penuh kebahagiaan.

Seketika bulir air mata jatuh begitu saja, aku merindukanmu. aku merindukan kita yang dulu, merindukan kasih sayangmu yang begitu tulus, dan merindukan kamu yang selalu berusaha menyatukan kami semua di sini. Tapi kamu sudah pergi, meninggalkan aku dan kami semua. 

Sudah lama aku ingin menulisnya dan aku ingin menyapamu melalui tulisan ini.


Dear Reno, 

Apa kabarmu di sana? aku yakin kamu lebih bahagia di sana, aku yakin kamu sudah tidak merasakan sakit lagi seperti ketika kamu di sini. Aku yakin juga kalau kamu tidak kesepian di sana karena kamu pasti sudah bertemu dengan ibu dan nenek yang sangat kamu sayangi. 

Aku ingin meminta maaf karena tidak bisa mewujudkan keinginan terakhirmu di pertemuan terakhir kita dulu. Aku dan dia adalah sahabat terbaikmu, dan aku tau betapa kamu menyayangi kami dan ingin melihat kami bahagia. Kamu juga yang menjadi saksi betapa terjalnya hubungan yang kami jalani selama ini, hingga hari itu, ketika kami datang menjengukmu, kamu masih menanyakan dan mendoakan kami. Hingga hari ini masih terus terngiang satu kalimatmu "kalian kapan mau menikah? jangan lama-lama dong, gue mau ngeliat kalian menikah dan punya anak selagi gue masih hidup, gue mau jadi saksi kebahagiaan dua orang sahabat gue di dunia ini." 

Jujur saat itu aku tidak menganggap perkataan itu serius, aku hanya menganggap semua itu sebagai angin lalu. Hingga akhirnya sampai pada titik di mana aku menyadari bahwa aku tidak akan bisa mewujudkan semua keinginanmu. Ini bukan menyoal rasa, bukan juga menyoal hati, ini adalah mengenai takdir Allah. Mungkin kamu kecewa dengan keputusan yang aku ambil, tapi bukankah sebagai sahabat kamu akan ikut bahagia jika aku bahagia? Aku minta maaf untuk keputusan ini, aku minta maaf karena tidak bisa mewujudkan keinginanmu, tapi satu janjiku, aku janji untuk hidup bahagia dengan siapapun pendampingku kelak, dan dengan apapun yang akan aku jalani nanti.

Tahukah kamu, betapa aku hampir mundur dari keyakinanku karena kamu selalu datang di mimpiku dan menunjukkan ketidaksetujuanmu dengan jalan yang aku pilih, kamu hadir di mimpi begitu sering dengan berbagai cara yang menunjukkan bahwa kamu menentang semua ini. Dan jujur itu membuatku frustasi saat itu. Tapi aku tidak bisa mundur, dan aku memilih untuk menabrak semua pesan yang kamu bawa lewat mimpi itu. 

Kamu yang terbaik, seorang sahabat yang paling tulus yang pernah aku kenal, terima kasih sudah menjagaku selama ini, terima kasih untuk semua kasih sayang dan perhatianmu selama ini. Kamu akan menjadi salah seorang yang akan aku ceritakan kisahnya kelak pada anak-anakku, dan doa kami akan selalu mengiringi langkahmu di sana. You're gone, but not forgotten!




Weekend List - Totok Dian Kenanga


                                                             
Simply weekend getaway saya kali ini adalah dengan mendatangi salah satu pusat kecantikan di Jakarta Selatan. Dian Kenanga Totok Aura yang teretak di bilangan Pejaten ini yang menjadi pilihan saya di weekend ini.

Sesuai dengan namanya, pusat kecantikan ini menawarkan Totok Aura sebagai produk utama mereka. Selain totok, ada berbagai macam perawatan kecantikan yang juga ditawarkan oleh salon kecantikan ini bahkan menurut saya treatment di sini bisa dikatakan sangat lengkap. Sebelum datang ke TKP seperti biasa saya harus melakukan reservasi terlebih dahulu karena pada weekend akan sangat ramai pengunjung dan kecil kemungkinan untuk bisa mendapatkan treatment jika kita datang on the spot.

Kali ini saya mencoba treatment totok aura wajah, scrubbing, creambath dan cutting. Overall saya suka sekali dengan totok aura wajah ini, sebelumnya saya sudah pernah mencoba totok ini dan kesan saya tetap luar biasa menyenangkan. Begitu sampai di Dian Kenanga saya melakukan registrasi terlebih dahulu kemudian setelah ruangan disiapkan saya diminta berganti sandal dan diarahkan menuju ruang treatment, lalu saya berganti kostum dengan menggunakan kemben batik karena meskipun judulnya totok aura tapi proses totok dan massage juga dilakukan hingga bagian belakang punggung.

Treatment dimulai dengan proses pembersihan wajah yang kemudian dilanjutkan dengan massage seluruh bagian wajah, dada hingga punggung. Setelah proses massage selesai, therapist melakukan penotokan di beberapa titik wajah, tengkuk kepala, belakang punggung hingga lengan. Ini adalah bagian yang paling saya sukai, entah karena sugesti atau memang efeknya seperti ini, saya merasa ada aura positif yang masuk kedalam diri saya selama proses penotokan ini. Treatment dilanjutkan dengan pengolesan masker di bagian wajah hingga leher, sambil menunggu masker kering saya sampai tertidur karena suasanya ruangannya sangat mendukung, ambiance nya juga sangat menenangkan membuat saya yang datang dengan penuh rasa stress menjadi sangat rileks, hehe. Tahap terakhir adalah pembersihan masker di wajah kemudian wajah diolesi oleh semacam pelembab sebagai akhir dari treatment ini. Treatment totok wajah ini berlangsung sekitar 60 menit.

Melakukan totok di Dian Kenanga seperti datang ke tempat melepas stress bagi saya, karena after effect yang saya rasakan dari treatment ini benar-benar membuat saya rileks, kepala menjadi sangat enteng dan efek langsungnya adalah tidur saya menjadi sangat nyenyak, hehe. 

Untuk treatment scrubbing, creambath dan cuttingnya sama dengan salon kecantikan pada umumnya, yang membuat nyaman di sini adalah karena adanya salon hijab bagi kita yang tidak ingin bercampur dengan customer laki-laki maupun therapist laki-laki. Jadi kita bisa bebas dimassage meskipun hanya menggunakan kemben dan kimono.

Selain dari segi treatment dan ambiance yang sangat recommended, lokasi pusat kecantikan ini juga sangat strategis dengan area parkir yang cukup luas serta didukung dengan service yang memuaskan ini bisa menjadi pilihan bagi kita yang ingin menghabiskan weekend dengan memanjakan diri. 


Selamat mencoba dan see you on the next review! :)

Don't Judge, please!

By hanaumiya - 1 September 2016

 “Don’t judge a book by its cover”

Kalimat ini sudah tidak asing lagi di telinga kita semua, namun bagi saya kalimat ini menjadi sebuah reminder tersendiri ketika saya mulai zhalim terhadap seseorang yang belum saya kenal. Zhalim di sini maksudnya adalah ketika saya mulai menilai atau menjudge seseorang dari penampilan luarnya saja tanpa terlebih dulu berusaha mengenal dan mencari tahu tentang orang tersebut.
Kenapa saya menggunakan kata 'zhalim'? Zhalim sendiri memiliki arti yang sangat luas yakni menempatkan suatu perkara bukan pada tempatnya, sifat kejam, ketidakadilan, melakukan kemungkaran dll (source :Wikipedia). Menurut pandangan saya, ketika kita menilai seseorang hanya dari apa yang terlihat oleh mata atau hanya menilai seseorang dari apa yang kita dengar dari orang lain, itu kemudian bisa menggiring kita pada persepsi selanjutnya yang justru semakin berbahaya karena bisa mengarah kepada fitnah.

Saya pernah mendengar quotes dari Bunda Theresa yang sangat indah"If you judge people, you have no time to love them". Mengajarkan kita untuk mengenal sesuatu terlebih dahulu untuk kemudian bisa mencintai, jika sejak awal kita sudah menjudge seseorang maka alam bawah sadar kita secara tidak langsung pasti akan menolak untuk mengenal orang tersebut lebih dalam dan kita tidak mungkin akan mencintainya. Saya percaya bahwa mindset kita akan menentukan apa yang akan terjadi kedepannya, ‘The power of Mindset’ itu benar-benar terbukti adanya.
Pernahkah terpikir oleh kita betapa sakitnya jika kita dinilai negatif oleh seseorang yang bahkan belum pernah berusaha mengenal kita dengan baik, mereka menilai kita dari luar, mereka menilai kita dari apa yang mereka dengar dari orang lain saja. Padahal penilaian itu belum tentu benar dan belum tentu terbukti, kita sebagai manusia yang beradab dan beriman sejatinya harus bisa lebih bijak dalam menyikapi hal ini.
Terkadang kita sebagai manusia selalu merasa sebagai yang paling baik, paling benar, paling mengerti tentang segalanya. Ketika kita menjadi senior lantas kita merasa bahwa kita yang paling hebat dan paling mengerti tentang segala urusan kantor dibandingkan junior; ketika kita menjadi seorang bos kemudian kita merasa yang paling benar dan berkuasa lalu merasa bahwa bawahan tidak akan mampu mengerjakan apa yang dia kerjakan; pun ketika kita menjadi seorang pengajar (baik guru, dosen atau ustadz sekalipun) lalu merasa bahwa kita yang paling memahami ilmu tersebut, yang paling mengerti akan hal tersebut dan anak didik tidak mungkin akan lebih pandai dari kita. Persepsi-persepsi seperti ini biasanya berakar dari proses judging yang terlalu dini. Toh pada kenyataannya kini banyak hal yang terbalik dari hal di atas. Banyak junior yang baru masuk di suatu kantor justru membawa ilmu baru yang ternyata lebih applicable untuk dimanfaatkan oleh senior-seniornya; banyak bawahan yang justru datang dengan sejumlah ide cemerlang dengan semua terobosan-terobosan masa kini yang justru bisa memambah produktivitas pekerjaan sang bos; pun kini hubungan antara pengajar dan anak didik tidak lagi sebatas komunikasi satu arah melainkan berupa forum diskusi yang justru pada akhirnya menghasilkan pemikirian-pemikiran baru yang sangat bermanfaat untuk perkembangan ilmu yang mereka miliki. 
Oleh karena itu, yukk kita kurangi kebiasaan kita untuk menjudge seseorang tanpa mengenalnya terlebih dahulu. Di-judge itu sakit lhoo, kalau tidak mau di-judge maka belajar untuk tidak men-judge juga yaa teman-teman. Toh men-judge seseorang tidak lantas membuat kita tahu siapakah orang tersebut, justru itu menunjukkan siapakah diri kita yang sebernarnya ☺☺☺