Health Issue
Travel
Thoughts
Review

A Drop of Dew in the Corner of Shanghai

By hanaumiya - 13 May 2018

Fuyou Road Mosque dari pintu masuk
Siang itu, di tengah panasnya kota Shanghai di sekitar Yuyuan Garden, mataku tertuju pada sebuah bangunan tepat di seberang tempatku berdiri. Aku melihat ada tulisan kaligrafi arab terpampang jelas pada papan nama di atas pintu masuk bangunan tersebut. Aku sempat ragu apakah benar itu mushola atau masjid seperti yang aku harapkan, karena dari tampak depan, gedung itu hanya berupa ruko yang berjajar tepat di sebelah toko souvenir di sepanjang jalan Fuyou. Namun kemudian aku melihat seorang lelaki memakai baju gamis dan peci putih berdiri tepat di dalam pintu gedung tersebut. Tanpa ragu aku langsung bergegas menghampiri kedua sahabatku untuk memberitahukan mereka bahwa aku mau sholat dulu di masid tersebut. 

Dengan wajah sumringah aku langsung bergegas menuju pintu masuk gedung dan menghampiri lelaki tersebut untuk make sure bahwa ini adalah benar masjid seperti yang aku prediksi dan ternyata benar, inilah dia Fuyou Road Mosque Shanghai. 

Aku langsung bergegas membuka sepatu dan mencari tempat wudhu karena aku benar-benar merindukan tempat sholat yang nyaman dan layak setelah lima hari kesulitan untuk mendirikan sholat dengan tenang dan nyaman.

Kebahagiaanku selanjutnya adalah, ini adalah kali pertama aku menemukan toilet yang bersih dan berbau wangi sejak pertama kali aku menjejakkan kaki di negeri ini. Sempat terharu namun langsung terpikir di benakku bahwa inilah Islam yang mengajarkan kebersihan. Di tengah tantangan kebersihan toilet di tempat-tempat umum di China yang cukup 'mengerikan', ternyata masih ada tempat dengan toilet yang sangat bersih dan nyaman di sudut kota ini, dan inilah rumah suci agama Islam, dan inilah agamaku.

Setelah sempat bersih-bersih dan wudhu, aku kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan Sholat Zhuhur dan Ashar dengan di-jamak. Suasana Masjid Fuyou Road ini sangat tenang, hening dan saat itu hanya ada satu orang wanita lagi dan satu lelaki yang juga sedang melakukan sholat. Dan aku sempat mendengar lelaki tersebut melantunkan Iqamah dengan merdunya di tengah keheningan  masjid dan subhanallah aku hampir menitikkan air mata saking bahagianya mendengan nama Allah dilantunkan setelah sekian hari tidak mendengarnya. 

Bilik Sholat Perempuan
Foto di atas ini adalah bilik sholat untuk jamaah perempuan, di sini terdapat meja dan kursi yang aku prediksi dijadikan sebagai sarana untuk belajar mengenai islam bagi para pemeluk ataupun komunitas agama islam di kota Shanghai. Bahkan ketika aku melaksanakan sholat di sana,  ada seorang wanita yang juga sedang khusuk membaca alquran di salah satu sudut masjid.  Dan itu merupakan pemandangan yang sangat indah nan menyejukkan. 
Ruangan cukup besar mampu menampung hingga 100 jamaah


Sedikit gambaran tentang masjid ini, sebetulnya masjid ini berada di deretan ruko-ruko tempat menjual souvenir di sepanjang jalan Fuyou (disekitar Yuyuan Garden). Pintu depan masjid ini hanya terlihat seperti ruko dengan tulisan kaligrafi arab yang cukup besar di depannya, jika melihat sekilas mungkin tidak banyak yang menyadari kalau bangunan ini adalah masjid. Bahkan saya baru meyakini bangunan tersebut adalah masjid setelah melihat ada lelaki bergamis dan peci putih di depannya. Namun jika kita melihat secara seksama,  ternyata di atap bagunan tersebut ada kubah yang memperkuat bentuk bangunan itu sebagai masjid.  

Pintu Masuk Menuju Ruang Sholat
Setelah masuk pintu utama masjid,  kita akan menemukan sebidang halaman yang menghubungkan ke bagunan utama tempat jamaah melakukan sholat.  Di depan pintu ruang sholat juga disediakan dispenser air panas dan dingin beserta gelas bagi jamaah atau traveler muslim yang membutuhkan air minum. Tak ketinggalan ada jadwal sholat digital beserta sakelar untuk digunakan para jamaah. 
Tersedia Air Minum untuk Jamaah

Halaman Masjid terletak tepat sebelum pintu masuk menuju ruang sholat

Jadwal Sholat  dan Sakelar untuk Charger

Salah satu sudut taman di Masjid Fuyou Road

Pintu Depan Masjid 

Penampakan Masjid Fuyou Road dari Depan Jalanan
Nikmatnya bisa sholat di masjid di tengah negeri dimana muslim menjadi minoritas itu rasanya sungguh luar biasa. Jika teman-teman sedang berada di sekitar Yuyuan Garden, coba deh untuk mampir ke Masjid ini,  aku pribadi sangat menyukai konsep masjid yang sangat simple nan cantik ini.  Will be back here when I visit Shanghai next time.

Alamat Fuyou Road Mosque Shanghai
Add:  No. 378, Fuyou Road, Shanghai
Tel: 021-63282135
Gender Allowed: male & female travelers
Capacity: 100 
sumber : islamichina.com

Ikhlas Itu Tidak Berwujud

By hanaumiya - 1 May 2018


Memberi tanpa merasa telah memberi, berbuat baik tanpa merasa telah berbuat baik, mencintai tanpa merasa telah memberikan cinta. Semua itu hanya sedikit dari banyak contoh akan prilaku ikhlas, melakukan sesuatu tanpa diri sendiri merasa telah melakukannya, sehingga tidak ada unsur ataupun keinginan untuk mendapatkan balasan apapun karena pada dasarnya semua tindakan yang dilakukan adalah tanpa pamrih, tanpa merasa butuh balasan.

Terkadang manusia lebih sering merasa telah melakukan sesuatu, sehingga kecenderungan yang muncul adalah keinginan akan imbal balik, keinginan akan apresiasi, bahkan keinginan akan pengakuan atas tindakan yang dilakukannya. Hal ini pada akhirnya menjadikan tidakan tersebut mengarah kepada sifat 'kurang' ikhlas karena adanya motif-motif tersebut.

Ikhlas itu seperti halnya cinta, jika ada yang mengatakan bahwa cinta adalah mengenai 'give and take' atau sebaliknya 'take and give', maka bagi saya pribadi, konsep yang benar mengenai cinta adalah mengenai 'give, give and give'. Cinta adalah sebuah keikhlasan, ia tidak mengharapkan timbal balik karena dilakukan atas dasar keikhlasan dalam memberikan kebahagiaan kepada yang dicinta. Tidak peduli akan seperti apakah timbal balik dari hal yang dilakukannya, tapi yang pasti, ia hanya akan terus memberi, memberi lagi dan memberi terus semampu yang bisa dilakukannya.

Lalu apa yang didapat orang tersebut dari konsep give and give itu?
Jika orang yang dicinta juga memiliki konsep cinta yang sama, maka mereka akan hidup bersama dengan konsep cinta dan kebahagiaan karena keduanya saling dan terus memberi, memberi lagi dan terus memberi. A beautiful form of love.

Seperti halnya Surat Al-Ikhlas, yang tidak satupun di dalamnya mengandung kata 'ikhlas'. Ikhlas itu tidak berwujud namun ia dapat dirasakan. 

Hiduplah untuk Bahagia, Nak!

By hanaumiya - 21 April 2018

Saat perasaan hati bergumul dengan semua kegundahan
Ketika tawa melukis indahnya wajah
Dan saat senyum tulus itu terlontar dari bibir kecilmu


Lihatlah, ada kebahagiaan orang lain di belakangnya 
Senyum simpul nan syahdu
Menatap bahagia akan kebahagiaan jantung hatinya


Ibumu, melahirkanmu bukan untuk melihatmu terpuruk
Ia juga bukan membahagiakanmu untuk sekedar melihatmu terluka
Bahkan ia tidak membesarkanmu hanya untuk dilukai sekecil apapun


Ayahmu, tidaklah dia menggendongmu untuk kelak dibuat jatuh oleh orang lain
Ia juga tidak mengajarkanmu berjalan hanya untuk dibuat tersungkur
Bahkan ia juga tidak mendidikmu hanya untuk dihardik oleh seorangpun


Mereka hanya ingin melihatmu bahagia 
Mereka ingin melihat kau bangkit dari tiap keterpurukan
Melihat kau memafkan setiap ketidakterpujian kelakuan orang lain
Terlebih mereka ingin melihatmu tumbuh menjadi orang baik yang berbahagia


Hidup memang keras nak
Hanya orang yang kuat dan baik saja yang akan bertahan
Yang kuat akan punya kekuatan melawan segala kelemahan
Yang baik akan selalu punya kesempatan melawan ketidakbaikan


Jangan kamu menjadi baik saja
Dan jangan pula kamu menjadi kuat saja
Jadilah keduanya
Maka kamu akan menjadi pemenang

Menang karena kamu berhasil bertahan menjadi baik atas semua ketidakbaikan yang dilakukan orang lain
Menang karena kamu berhasil menjadi kuat setelah kamu dilemahkan dari berbagai sudut
Kamu juara nak


Karena hanya ada satu cara untuk menjalani hidup dengan penuh makna
Yakni dengan berbahagia secara jujur
Kepada dirimu sendiri, Nak.

Gemerlap December di Singapore

By hanaumiya - 6 January 2018


The iconic view of Marina Bay Sands, Sin Flyer and The Marlion
Singapore di bulan December selalu menarik untuk dikunjungi, selain karena banyak sale akhir tahun di mall-mall besar, suasana Christmas di sana memiliki daya tarik tersendiri bagi saya. Entah kenapa melihat gemerlap lampu-lampu di sepanjang jalan serta Christmas trees membuat saya merasa begitu tenang dan syahdu. Kerlap-kerlip lampu seakan menyerupai bintang di langit yang begitu bercahaya. Dari dulu selalu ingin merasakan momen seperti ini di luar Indonesia, semacam ingin merasakan cantiknya suasana December di negara-negara Eropa, atau merasakan dinginnya salju dan romantisnya December di negeri drama Korea bahkan Jepang. Paling tidak itulah bayangan saya tentang indahnya December di beberapa belahan dunia ini.

However, kali ini saya memilih untuk merasakan kesemarakan suasana December di Negeri Singa yang sangat dekat dengan Jakarta, dan ternyata benar, sungguh tidak mengecewakan. Apa yang saya harapkan terpenuhi. There're too many lamp and magnificent Christmas trees stand upright in various places, so beautiful..

Di sepanjang jalan-jalan utama, di pelataran mall dan hotel besar, dan di setiap sudut mall terpasang begitu banyak lampu-lampu, dekorasi dan Christmas tree, berwarna-warni, begitu cantikk!


In front of  The Fullerton Hotel


Flower Dome Garden by the Bay

Salah satu indoor flower garden di Singapore ini begitu cantik di bulan December, selain adanya berbagai macam bunga di dalamnya, dekorasi Christmas di sana begitu menggemaskan. Datang di malam hari menjadi salah satu keuntungan bagi kami karena semua pencahayaan terlihat begitu sempurna. Love!





Capture from my back

Bola-bola pada Christmas Tree menjadi sasaran foto kami


ArtScience Museum - Where art meets science

Berlokasi di kawasan Marina Bay Sands, pertunjukan yang diusung oleh museum ini adalah harmonisasi antara seni, sains dan teknologi. Seperti yang pernah dihelat di Jakarta pada Maret 2016 lalu, museum ini menyajikan perpaduan seni serta lighting yang sangat luar biasa. Museum ini dibuka untuk umum mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, begitu banyak permainan cahaya yang sangat keren dan cantik di dalamnya.

Setiap bagian ruangan dari museum ini memiliki tema yang berbeda-beda. Mulai dari pertunjukan ombak, hingga papan luncur bagi anak-anak. dan yang lebih menyenangkan adalah pengunjung bisa mewarnai sketsa-sketsa berbagai bentuk mulai dari hewan, rumah, kereta kuda hingga berbagai jenis kendaraan yang nantinya bisa discan dan gambar tersebut akan masuk ke dalam layar begerak di sepanjang dinding. Saya mencobanya dan sangat menyenangkan, serasa kembali ke masa-masa childhood.

Here we go!

Layar yang menampilkan hasil gambar para pengunjung

Lampu berpendar berbagai macam warna yang terletak di penghujung pintu keluar

Lampion warna-warni sangat cantik (abaikan penampakan pipi bakpao ini)
Last but not least..
See you again soon!


Morning Breeze at Henderson Waves

By hanaumiya - 30 December 2017

Henderson Waves from the bottom
Henderson Waves Bridge adalah salah satu jembatan tertinggi di Singapura, diresmikan pada tahun 2008 yang menghubungkan antara Telok Belangah Hill Park dan Mount Faber Park yang ada di sebelah kanan dan kiri Henderson Rd. Jembatan ini menjadi unik karena arsitekturnya yang modern menyerupai ombak sesuai dengan namanya.

Perjalanan kami pagi itu dimulai dari Bugis MRT Station menuju Harbour Front, dan dari sana kami melanjutkan perjalanan dengan naik bus no.124 menuju Henderson Rd. Setelah turun di halte tedekat kami bisa langsung melihat jembatan ombak yang membentang kokoh sepanjang 274 meter dengan ketinggian 36 meter.

Patut disyukuri karena kami mendatangi Henderson Waves pada pagi hari dan masih full energy, karena perjalanan menuju bibir jembatan ini cukup penuh perjuangan. Anak tangga tersusun dengan sangat apik membentang tinggi ke atas. Sesampainya di puncak, ada papan penunjuk jalan yang sangat jelas dan tidak sulit untuk bisa mencapai bibir jembatan ini.

Anak tangga menuju Henderson Waves, tepat di seberang halte bus


Finally arrived!
Lantai jembatan ini berbahan kayu yang disusun rapat menyelimuti semua permukaan jembatan. Bau kayu dan pepohonan setelah disiram hujan semalaman membuat udara di atas sana begitu manis dan segar, saya sukaaa sekali. Berdiri di salah satu sudut jembatan ini, memandang berbagai macam gedung pencakar langit dari atas sini, didukung oleh langit dan matahari pagi yang tersenyum terang membuat pemandangan di depan mata saya ini bak lukisan yang nyata, sebuah perpaduan cantik karya Sang Penguasa dan Pencipta Langit dan Bumi, Subhanallah..
Henderson Waves yang instagram-able banget!
Star Pose


Setelah puas mengambil foto dan duduk sejenak di Henderson Waves, kami kemudian menyusuri jalan, well, mungkin bisa disebut hutan dan jalan setapak untuk menuju halte bus terdekat. Di perjalanan kami disuguhi suasana hutan yang sepi namun sangat bersahabat, banyak bangku kayu tersusun rapi di setiap sudut jalan dan ada beberapa kakek tua yang sedang duduk santai sambil membaca koran, bahkan ada juga yang melakukan taichi seorang diri. Yang cukup menarik adalah keberadaan Fitness Corner dengan peralatan fitness taman yang tertata rapi pada salah satu sudut jalan. Tidak heran kalau tempat ini sering dijadikan lokasi jogging oleh masyarakat lokal.
Fitness Corner 

Ada uncle lagi baca korang di sudut kanan
Sekian sekilas review dan cerita saya tentang Henderson Waves ini, I'll see you then! :)



Yoga, Pilates and Body Balance

By hanaumiya - 25 December 2017


Olahraga telah menjadi salah satu hobby saya dua tahun terakhir ini, berbanding terbalik dengan hidup saya beberapa tahun lalu yang bisa dibilang sangat tidak suka dengan kegiatan ini. Jangan jadikan olahraga sebagai alat untuk menghukum diri atas semua makanan yang masuk ke dalam tubuh kita, namun jadikanlah ia sebagai reward karena selama ini sudah menunjang semua kegiatan dan aktivitas kita sebaik-baiknya. Olahraga menjadi salah satu bagian dari poject life balance yang sedang saya terapkan satu tahun terkahir, and there you go!

Yoga
Yoga merupakan salah satu olah tubuh yang berfokus pada fleksibilitas, meditasi dan pengolahan stess. Selain itu yoga memiliki tujuan untuk mensinergikan mind, body and soul melalui serangkaian gerakan, pernapasan serta teknik meditasi. Inilah yang saya sukai, karena ketika kita melakukan setiap gerakan, kita dituntut untuk menyadari setiap napas yang ditarik dan dihembuskan. Sehingga ada kesinkronan antara gerakan dan pernapasan. Yoga sendiri memiliki beberapa jenis, mulai dari gentle, core, aerial, bikram dan lain-lain, dan setiap jenis yoga memiliki gerakan dan penekanan khusus sesuai dengan jenisnya, namun semua sama-sama berfokus pada peregangan, fleksibilitas dan pengaturan napas.

Bagi saya pribadi, yoga sangat tepat untuk dijadikan pelarian postif setelah stress dengan kepenatan hidup sehari-hari. Selain mendapat efek relaksasi dan meditasi, peregangan dari setiap gerakan yoga membantu saya untuk tidur dengan lebih nyenyak setelahnya. 

Pilates
Jika dilihat sekilas dari gerakannya, pilates terlihat mirip dengan yoga, namun jika diperhatikan secara seksama ada perbedaan yang cukup mendasar yakni gerakan fisik yang lebih intense dan menyasar bagian-bagian tertentu dari setiap gerakannya. Berbeda dengan yoga yang bertujuan pada fleksibilitas tubuh, tujuan pilates justru adalah mengembalikan dan meningkatkan kontrol pada otot. Fokus pada gerakan pilates adalah pada koordinasi serta kontrol tubuh pada setiap gerakan dan napas. 

Bagi saya yang cukup sering sakit pinggang efek telalu lama duduk di depan komputer misalnya, pilates sangat baik untuk dilakukan. Setiap gerakan berusaha menempa setiap bagian dari tubuh (core) agar menjadi kuat. Gerakan pilates yang sangat dinamis dan intense membuat pencapaian atas tujuan menjadi lebih terasa. Jika pada yoga pernapasan hanya mengenai inhale dan exhale, maka pada pilates kita juga harus memperhatikan konsep inhaling through the nose and exhaling through the mouth. Nah disinilah koordinasi juga dibutuhkan, selain koordinasi antara bagian tubuh yang satu dengan yang lain, pengaturan pernapasan pada pilates juga menjadi salah satu hal yang paling penting dalam latihan ini

Body Balance
Ini adalah gabungan antara Taichi, Yoga dan Pilates. Ini juga adalah salah satu favorit saya, terutama bagian taichi. Taichi sendiri adalah penggabungan seni dan olahraga, ciri khasnya adalah setiap gerakan dari taichi dilakukan mengalir serupa aliran air yang tenang namun tetap bertenaga. Itulah mengapa dikatakan bahwa orang yang melakukan gerakan taichi secara perlahan akan merasa releks layaknya melakukan meditasi. Saya pernah mencoba kelas taichi namun saya merasa bosan jika dalam satu sesi hanya melakukan gerakan-gerakan taichi, oleh karena  itu kelas body balance menjadi pilihan saya. 

Pada kelas ini juga ada sesi balancing tubuh yang sangat saya sukai karena di sini saya bisa melatih fokus dan ketenangan agar bisa melakukan setiap gerakan balancing dengan baik.

Semua olahraga olah tubuh yang saya sebutkan di atas berkaitan erat dengan pernapasan, yang pada akhirnya berhubungan dengan kontrol diri dan pikiran. Inilah yang kemudian mengantarkan saya kepada kelas-kelas khusus meditasi yang sudah pernah saya tuliskan pada tulisan-tulisan sebelumnya. Betapa kesadaran akan napas dan mind control sangat penting bagi kehidupan saya pribadi secara spiritual maupun emosional. 



"Your mind is a powerful thing, when you filtered it with positive thoughts, your life will start to change." - anonymous


If It Doesn't Open, It's not Your Door


Terkadang manusia merasa terus dipermainkan oleh takdir, seolah setiap perkara yang muncul dan terjadi dalam hidup kita adalah hasil kocokan dadu yang secara random dimainkan oleh Sang Penguasa Takdir. Jika kita membicarakan ilmu akuntasi, angka positif adalah tanda sebuah kuntungan dan angka negatif menunjukkan sebuah kerugian, maka ketika membicarakan dadu, kita tidak bisa menggunakan perhitungan sebagaimana konsep tersebut.

Dalam permainan ular tangga misalnya, kita tidak melulu membutuhkan angka dadu terbesar untuk mencapai kotak kemenangan, karena angka yang kita butuhkan hanyalah angka yang mampu membuat kita menemukan anak tangga yang bisa membawa kita ke titik atas  serta yang bisa menghindakan kita dari ular yang pada akhirnya membawa kita turun jauh ke bawah dan bahkan harus memulainya dari awal lagi.

Beberapa waktu yang lalu saya terpikirkan dengan konsep takdir setelah mendengarkan sebuah kajian yang judulnya juga berkaitan dengan tema ini. Kemudian saya menerung dengan apa yang belakangan saya alami. Beberapa bulan yang lalu saya mengikuti salah satu interview di sebuah perusahaan terkenal yang sebetulnya sangat jauh dari background pendidikan dan pengalaman kerja saya selama ini. Awalnya saya hanya apply iseng-iseng, ternyata saya lolos seleksi tahap pertama tanpa terduga-duga. Tahap selanjutnya adalah test yang cukup sulit karena sudah berkaitan dengan bidang di perusahaan tersebut, dan test itu akan diadakan tepat satu minggu dari pegumuman tahap pertama.

Awalnya saya bingung apakah saya harus mengikuti test tahap kedua itu atau tidak, karena saya sama sekali tidak memiliki background dan pegetahuan yang cukup mengenai perusahaan tersebut. Namun setelah 3 hari bergumul dengan semua kebimbangan, kemudian saya tersadar oleh satu hal, "Allah membuat saya berada di titik ini bukan tanpa alasan, bisa jadi ini adalah salah satu pintu yang Ia bukakan atas doa-doa saya selama ini, kalaupun toh ternyata bukan, pasti Dia ingin saya belajar sesuatu dari hal ini". Inilah yang kemudian membulatkan tekad saya untuk melanjutkan proses itu.

Namun bukan saya namanya kalau masuk ke medan perang dengan tangan kosong, dalam waktu 3 hari saya berusaha mempelajari dan mempersiapkan diri untuk menghadapi test tersebut. Semua ini bukan hal yang mudah, di tengah keterbatasan waktu, dan sisa-sisa energi, saya hanya mampu menyisakan waktu belajar 3 jam di rumah sepulang kantor. Lelah jangan ditanya lagi, tapi semua itu terkalahkan dengan semangat 'give my best' dalam setiap hal yang saya lakukan. Saya tidak ingin menjadi orang yang hanya mengandalkan keberuntungan tanpa usaha. Jadi apapun hasilnya, yang terpenting adalah saya sudah melakukan dan memberikan yang terbaik yang bisa saya lakukan.

Test yang saya ikuti berjalan lancar, dari 90% pertanyaan yang muncul dari beberapa sesi saya bisa lolos semua kecuali di satu bidang yang nyatanya saya missed 1 soal, dan itulah yang membuat saya terhenti. Lantas apakah hal itu membuat saya sedih? tentu tidak, justru saya harus memberikan reward dan pujian pada diri saya karena bisa melangkah sejauh ini. Terlepas dari hasilnya, bagi saya yang terpenting adalah saya sudah melakukan usaha maksimal, sisanya terserah Allah mau kasih hasil yang seperti apa. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, berarti menurut Allah pekerjaan itu tidak baik untuk saya, dan Dia pasti sudah menyiapkan yang lebih baik untuk saya di depan sana, sesimple itu saja.

Selang dua bulan dari saat itu, saya mendapatkan tawaran yang cukup menantang di tempat saya bekerja saat ini. Awalnya saya ragu apakah saya bisa menjalankan peran ini, namun saya tidak punya pilihan lain selain menerimanya. Saya hanya bertekad untuk melakukan dan memberikan yang terbaik, hasilnya bagaimana nanti saya pasrah sepenuhnya pada Allah.

Dari runtutan kejadian itu, saya belajar satu hal, bahwa seberapapun kita berusaha mengetuk pintu yang kita inginkan, jika pintu itu bukanlah jalan untuk kita, maka dia tidak akan pernah terbuka. Seberapa besarpun keinginan kita terhadap sesuatu, jika Allah tidak mengizinkan maka kita tidak akan pernah mendapatkanya. Pun sebaliknya, meskipun kita tidak mengetuk suatu pintu, tapi jika itu memang adalah jalan untuk kita, maka Allah membukanya lebar-lebar agar kita bisa masuk dan mendapatkannya.

Reminder penting bagi saya pribadi adalah harus selalu memberikan yang terbaik atas apapun jalan yang telah Allah bukakan untuk kita, masalah hasil bukan lagi urusan kita, itu sepenuhnya kuasa Sang Maha Penguasa. Seperti yang penah saya tuliskan di sini, tugas kita sebagai makhluk adalah berusaha, berdoa dan tawakkal, dan sisanya terserah Allah.



"If something has written for you, than no one on earth can rob you of this, and if something has not destined for you, than no one on earth can give you of this." - anonymous