Morning stroll around Yeouido Park

3 June 2019


Ini adalah hari pertama kami menginjakkan kaki di Korea Selatan setelah penerbangan panjang dari Jakarta, pagi itu sekitar pukul 10 waktu Korea, aku dan sahabatku_Niken mendarat di Incheon International Airport untuk napak tilas dan mencari inspirasi untuk kepentingan bisnis kami (my partner trip saya pasti akan tertawa membaca bagian ini, hahahaha) 

Dari Incheon kami kemudian bergegas ke Tourist Information Center untuk mengambil map dan beberapa brosur wisata lalu menuju vending machine untuk mengisi T-Money (semacam kartu flash, e-money dkk) untuk naik subway menuju tempat kami menginap di daerah Dangsan. Suhu 12 derajat celcius menyambut kami pagi itu dan membuat kami bergidik sampai membuat bulu kuduk berdiri seketika saking dinginnya.

Subway di Korea sangat ramah bagi lansia dan disable, keren sekali. Dan Trip kali ini saya membawa koper besar yang cukup membuat was-was kalau saya naik dan turun dari line satu ke line subway lainnya dengan menggunakan eskalator atau tangga manual, oleh karena itu sebisa mungkin saya selalu mencari elevator untuk naik dan turun selama menggunakan subway. Bukan karena lemah atau manja atau apa ya, saya tidak mau mengambil resiko memaksakan diri naik eskalator yg tinggi menjulang itu dan khawatir (amit-amit yaa Allah) kalau sampai saya tidak bisa mengangkat atau menarik koper dan koper itu malah jatuh dan menimpa orang lain. Terlalu besar resiko untuk hal sesimple itu. Meskipun elevator itu dikhususkan untuk lansia atau prioritas, tidak serta-merta saya masuk duluan sebelum lansia atau bahkan memaksakan masuk dan membuat sang prioritas ini terganggu dengan koper saya yang besar. Saya biasanya menunggu sampai elevator senggang atau bahkan kosong agar at least jangan sampai menzhalimi pihak-pihak yang memang berhak menggunakan fasilitas ini. 

Setelah check in, kami langsung bergegas ke Yeouido Park yang letaknya tidak begitu jauh dari penginapan kami. Hanya berjalan kaki sambil menikmati udara dan angin yang sejuk saja bisa membuat saya bergitu senang, hinga akhirnya kami menyadari bahwa sudah ada begitu banyak bunga sakura bermekaran dengan sangat indahnya. 

Dari yang awalnya hanya satu pohon di salah satu sudul jalan, hingga akhirnya tibalah kami di satu jalan yang di setiap sisinya dipenuhi pohon sakura yang sedang bermekaran. This is my very first cherry blossom, yang ternyata mampu membuat saya tercengang saking cantiknya. Gambaran bunga sakura yang selama ini hanya bisa dinikmati dalam foto atau film, kini terpampang nyata di depan mata, bisa saya sentuh dan bisa dinikmati dengan mata telanjang. 

Bunga Sakura di sepanjang jalan
Bagi orang lain yang senang fotografi, mengambil banyak foto untuk pemandangan seindah ini tentu memiliki kepuasan tersendiri, seperti halnya sahabat saya. Ketika dia sibuk dengan kameranya, mondar-mandir mencari sudut yang bagus untuk mengambil foto, saya sendiri sibuk memandang dan menikmati setiap detik keindahan ini. Melalui tangkapan kamera, sebuah momen akan bisa diabadikan sebagai kenangan di masa depan, tapi bagi saya, kenangan itu cukup saya rekam baik-baik melalui mata, memori dan rasa.

Dalam dunia meditasi, kami diajari untuk menikmati the present moment, untuk sadar utuh apa yang terjadi pada momen itu, apa yang dilihat saat itu, apa yang dirasa pada momen itu dan juga bagaimana cara mengontrol mind kita agar bisa stay focus pada momen tersebut saja tanpa terdistraksi dengan hal lain. Itulah salah satu pengaruh besar meditasi dalam hal ini mindfullness yang bisa saya terapkan ketika saya menikmati masa-masa indah seperti halnya ketika travelling seperti ini. Saya tidak ingin terdistraksi dengan hal lain ketika pemandangan indah yang ada di depan mata belum tentu bisa diulang dalam waktu dekat. 

Itulah kenapa hanya sedikit foto yang saya abadikan lewat telefon genggam saya, dan beberapa foto yang saya posting dalam tulisan ini adalah hasil tangkapan luar biasa dari lensa sahabat saya. Thanks to her, karena dia saya jadi punya begitu banyak foto kece baik candid maupun on pose, hehehe.. trust me, ini adalah salah satu keuntungan travelling bersama dengan fotografer, they would take your picture with or without you asking them to. Thankisss babyabalabalaa..


Kami tiba di Seoul tepat di tanggal puncak cherry blossom bermekaran, tapi kami di Seoul hanya menginap satu malam, karena harus bergegas ke Gyeongju untuk mengejar suasana Sakura lainnya. Oleh karena itu, dua hari di Seoul kami manfaatkan sebaik-baiknya karena khawatir ketika kami kembali ke Seoul empat hari kemudian, Sakuranya sudah berguguran karena berdasarkan ramalan cuaca akan turun hujan di Seoul dalam 3 hari ke depan.

Setelah puas mengunjungi satu sisi Yeuido Park di hari pertama ketibaan kami di Korea, maka keesokan paginya sekitar pk. 8.00 pagi kami kembali bergegas mengunjungi lokasi akan diadakannya Yeouido Spring Flower Festival. Cukup berjalan kaki dari penginapan, kami kembali mengunjungi Yeouido Park dari arah lain yang membuat kami tak hentinya berdecak kagum.

Pertama, karena udara pagi yang sangat sejuk meskipun lumayan dingin dengan suhu 11 derajat celcius. Kedua, suasana di sepanjang jalan sangat menyenangkan karena cenderung masih sepi, mungkin karena masih terlalu bagi bagi para turis beraktifitas, meskipun ada serombongan turis Vietnam yang sudah lebih dulu tiba daripada kami. Dan lagi, kami bisa melihat aktifitas dari masyarakat lokal di Seoul. Ada sekelompok pekerja kantoran yang sedang berbincang sambil menyusuri jalan dan membawa kopi, ada sekelompok mahasiswa yang sedang berkumpul melakukan foto bersama (yang kami duga mereka sedang melakukan foto kelulusan atau kenaikan tingkat), dan juga orang-orang tua yang sedang berjalan santai atau didorong di kursi roda oleh anaknya sambil menikmati pemandangan dan udara yang mampu membuat pikiran dan perasaan menjadi sangat relaks ini. Tidak ketinggalan ada pasangan calon pengantin yang sedang melakukan foto pre-wedding di bawah hamparan sakura di sekitar Yeouido, pemandangan yang begitu cantik.  
Langit pagi ini lebih biru, jadi lebih kontras dengan warna cherry blossom
Memanfaatkan setiap sudut untuk berfoto
Kalau kata Niken "ini pose andalan Hana kalau ketemu bangku taman" 
Tapi percayalah guys, di sini ada begitu banyak spot untuk berfoto, bahkan ada banyak backdrop untuk spot foto sengaja disiapkan untuk para wisatawan lokal ataupun internasional yang ingin menikmati keindahan Yeouido Spring Flower Festival ini. Ada yang berupa frame foto berbunga dengan backdrop pohon sakura asli, atau sekedar bangku taman yang dihiasi dengan bunga-bunga plastik. Semacam photo booth di acara pernikahan orang Indonesia gitu deh.. tapi karena ini outdoor dan backgroundnya adalah bunga sakura asli, jadi hasil tangkapan fotonya tentu berkali lipat lebih bagus.
Salah satu photo booth
Cherry Blossom Fall
Dua hari pertama menghabiskan waktu di Seoul sangat menyenangkan, saya tidak menyangka bahwa kota ini begitu menyenangkan, bukan karena saya penggila K-pop atau apapun, tapi di sini semua terasa mudah dan nyaman. Suasana dan orang-orangnya sangat hidup dan membuat kami para turis merasa nyaman untuk berlama-lama di negerinya Oppa Kim Jae Wook dan Lee Yong Dae :)

You Might Also Like

0 comments

Subscribe