Secangkir Coklat Panas di sudut kota Gyeongju

19 April 2019


Berwisata ke luar negeri terkadang bukan hanya tentang mengunjungi tempat wisata, experiencing budaya negara tersebut, shopping atau bahkan hunting makanan enak di negara yang kita kunjungi. Duduk manis di sebuah kafe di sudut kota juga bisa menjadi pilihan menarik kalau kita sudah bosan ataupun lelah setelah mengunjungi berbagai tourist spots. 

Siang itu, saya dan sahabat saya_Niken memuaskan diri untuk berkunjung ke Gyochon Hanok Village Gyeongju yang ternyata sangat luas. Tempat itu memang sangat indah dan kita bisa melihat dengan jelas bagaimana perkampungan tradisional Korea pada jaman dahulu. Dari Hanok Village itu pun bisa dijangkau dengan berjalan kaki untuk menuju beberapa bangunan bersejarah lain seperti Wolseong Bridge, Wolji Pond dan lain sebagainya. Namun, karena seharian gerimis dan membuat suhu di Gyeongju menjadi lebih dingin, maka saya memutuskan untuk mengakhiri perjalanan saya hari itu di Wolseong Bridge dan kembali ke Hanok House_tempat kami menginap selama tiga malam dan berpisah dengan Niken yang masih akan melanjutkan napak tilasnya mengunjungi spot wisata lainnya.

Berbekal applikasi Map.me, saya yang daya ingatnya tentang jalanan / arah sangat buruk, akhirnya bisa kembali daerah tempat kami menginap hanya dengan berjalan kaki sekitar 30 menit. Di tengah angin yang dingin menuju penginapan, saya terhenti di depan sebuah cafe atau toko bakery bernama RENCONTRE dengan gaya dan dekor ala-ala Perancis, minimalis namun tetap chic. Aroma bakery yang sangat amat menggoda berhasil membuat perut saya bergemuruh. Tanpa pikir panjang saya langsung masuk dan memesan hot chocolate dan cream cheese cake yang kelihatannya sangat cocok menemani saya yang hampir membeku di suhu 10 derajat celcius ini, haha anaknya cupu sama dinginn...

Hot chocholate selalu menjadi penyelamat saya di Gyeongju yang suhunya lebih rendah daripada di Seoul. Awalnya saya pikir saya tidak akan berlama-lama di sini namun ternyata saya menghabiskan waktu hampir tiga jam seorang diri di sudut cafe di Kota Gyeongju ini. Memandang orang hilir-mudik di luar cafe, mengamati seorang Eonni yang juga duduk seorang diri membaca buku di kursi di depan saya, melihat beberapa couples masuk dan memilih kue lalu bergegas pergi, juga kesibukan para pelayan di cafe tersebut. Tiba-tiba duduk di samping saya sepasang suami-istri dan anak perempuan berambut panjang dan pipi chubby yang mungkin baru berumur empat tahun, anak itu minum coklat dan strawberry pie dengan nikmatnya, melihat interaksi mereka, melihat mereka bercanda juga melihat anak perempuan itu bernyanyi dengan menggunakan Bahasa Korea yang masih belum fasih. Sangat menyenangkan. 

Kemudian keluarga kecil itu pergi dan meja itu ditempati oleh keluarga kecil lainnya, kali ini sepasang suami-istri dengan anak laki-laki yang mungkin berumur enam tahun dan adik perempuannya yang juga mungkin masih berusia dua tahun. Sangat menggemaskan melihat keluarga kecil ini, sang ayah yang mungkin sibuk bekerja setiap hari meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarganya meskipun hanya makan bersama di sudut cafe ini. 

Rencontre berasal dari Bahasa Perancis artinya 'pertemuan' yang maknanya sangat cocok dengan maksud tempat ini, terutama bagi saya. Duduk manis menikmati coklat panas, berusaha menemui diri sendiri setelah beberapa hari menginjakkan kaki di Korea, meninggalkan segala kepenatan Jakarta demi mencari ketenangan dan menghempaskan diri dari kejenuhan akan rutinititas pekerjaan yang kalau tidak diberi jeda akan menimbulkan efek gila yang merajalela, hahaha... Okay balik lagi, ini semacam mindful moment, berusaha menikmati dan sadar akan setiap hal yang saya lakukan di cafe ini, mencoba mindful untuk meregangkan kembali syaraf otak yang sempat menegang selama trip kali ini. 

Rencontre Bakery terletak di Gyeongju, sekitar 20 menit dari penginapan kami, daerah yang sepanjang jalan berbaris berbagai macam cafe, restaurant Barat, Asia ataupun authentic Korean restaurant serta beberapa minimart. Sangat strategis dan mudah dijangkau. Harga satu buah cake / bakery start from KRW 4,500-10,000 dan menurut saya masih affordable terlebih dengan suasana dan rasa yang enak. 

Kalau kalian sedang berkunjung ke Gyeongju dan bosan / ingin suasana lain selain mengunjungi tempat wisata, coba deh kunjungi cafe / toko bakery ini, I guess itu akan menjadi pengalaman berbeda.  

Hot Chocolate dan Cream Cheese Cake


Secangkir Hot Chocolate

Interior di dalam Rencontre



Rencontre Gwajajeom
369, Geumjang-ri, Hyeongok-myeon, Gyeongju-si, Geongsangbuk-do
054-741-8017

You Might Also Like

1 comments

  1. dari luarnya ga kerasa France! this is how magical east meets west. I will join you in our "fav" cafe in Jakarta. To replace our missed timing in that side of the cafe. See u soon darling :*

    ReplyDelete

Subscribe