Today is Yesterday's Tomorrow

7 October 2017


Kecenderungan otak manusia adalah selalu memikirkan segala sesuatu yang sudah terjadi dan mengkhawatirkan apa yang akan terjadi. Hidup kita cenderung hanya beredar antara masa lalu dan masa depan dan mungkin tanpa menyadari masa kini yang justru sedang ia jalani, yang sedang ia rasakan.

Kesibukan diri ketika memokuskan hal pada masa lalu dan masa depan terkadang justru membuat hidupmu tidak relaks. Masa lalu seakan menghantui dan terus menjadi bayang-bayang, sedangkan masa depan bagaikan badai yang siap menerjang dan membuat kamu harus terus berfikir dan mempersiapkan segala sesuatunya agar ketika badai datang kamu tahu harus berbuat apa, tahu harus bagaimana. 

Apa yang terjadi dengan masa kini ketika kamu terlalu sibuk terjebak antara masa lalu dan masa kini? 

Masa kini terus berjalan, tanpa medapatkan perhatian penuh darimu, padahal bisa jadi momen itu adalah momen yang penting yang justru tidak akan terulang lagi. Dalam kelas-kelas mindfulness yang pernah saya ikuti, menyadari diri ini pada saat ini adalah merupakan salah satu cara untuk meredam semua kepenatan otak kita yang tersesat dan tergulung dalam kesibukannya memikirkan masa lalu dan masa depan.

Well, menyadari masa kini maksudnya begini. Di tengah kestressan kamu, kamu coba duduk relaks, pejamkan mata dan bernapaslah. Inhaling, exhaling, dengarkan setiap napas yang kamu tarik dan setiap hembusan yang kamu keluarkan hingga fokusmu hanya pada napas. Coba rasakan dan nikmati momen itu, hingga akhirnya kamu membawanya ke kondisi dan keadaan yang sedang kamu jalani saat ini, detik ini, dan mungkin hari ini tanpa terdistrak oleh pikiran tentang masa lalu dan masa kini. 

Tentu kita sudah sering mendengar tentang kata-kata mutiara yang mengatakan bahwa kita harus mengambil pelajaran dari masa lalu agar bisa menjalani hari ini dan hari depan dengan lebih baik. Kata-kata itu sama sekali tidak salah, benar bahkan. Namun dalam kalimat itu ada yang terlupakan bahwa ada satu sisi masa atau momen masa kini yang terlupakan. Bagi saya, mungkin kalimatnya harus dilengkapi menjadi "Ambillah pelajaran dari pengalaman masa lalu agar bisa menjalani hidup dengan lebih baik hari ini dan kedepannya tapi tanpa mengabaikan dan mengindahkan kehidupan yang sedang kamu jalani saat ini." 

Setidaknya itulah yang masih saya pelajari di Kelas Nafas ini


"Today is tomorrow's yesterday. Should it becoming your past first to get your attention? of course not, then deal with them - hnu



You Might Also Like

0 comments

Subscribe