Bersama Alam Melepas Ketakutan

8 July 2017



This is a real camping instead of glamping.
Kali ini saya melakukan hal yang selama hidup saya tidak pernah terpikirkan dan tidak akan pernah saya lakukan, yeayy... Camping di alam bebas. Mungkin terdengar biasa bagi orang lain tapi tidak bagi saya. Saya adalah orang yang lumayan takut alias malas untuk keluar dari zona nyaman, means saya tidak suka mencoba sesuatu atau melakukan sesuatu yang sudah saya tahu pasti akan nyusahin diri sendiri ataupun orang lain. Kalau teman-teman saya bilang saya ini tipe orang yang ‘cari aman'.

Seperti camping di alam misalnya, selain menyangkut persiapan fisik yang harus baik karena kondisi alam yang tidak bisa diprediksi, kita masih diharuskan untuk beradaptasi dengan cepat dengan alam tempat kita akan menghabiskan waktu, termasuk beradaptasi dengan semua fasilitas yang sangat minim bahkan tidak ada. Fasilitas di sini maksudnya seperti tidak adanya MCK, minim air bersih dan lain sebagainya. Beda halnya dengan glamping di mana kita cukup membawa perlengkapan pribadi layaknya menginap di hotel, tinggal duduk manis masuk ke dalam tenda serta fasilitas toilet yang serupa hotel berbintang.

Keberanian saya untuk ikut camping bermula dari ajakan sahabat saya_Niken yang memang sudah sangat bersahabat dengan dunia per-camping-an. Awalnya saya ragu, tapi karena Niken membawa serta 3 adiknya yang juga baru perdana camping, maka jadilah saya memberanikan diri untuk ikutan. 

Kami menghabiskan  malam di Pulau Melinjo, sekitar satu jam perjalanan dari Pulau Harapan dengan menggunakan perahu berukuran kecil. Kami tiba di Pulau Melinjo sekitar pukul 14.30, bergegas mendirikan tenda dan kemudian kami bertolak untuk melakukan snorkeling. 

Anggota camping kali ini ada 12 orang, selain kami, semuanya adalah teman-teman ngetrip Niken yang luar biasa bersahabatnya dengan alam, maksudnya seperti anak gunung dan traveler-traveler gitu lah. Jadi pada dasarnya hanya saya dan ketiga adik Niken saja yang merupakan newbie. 

Menyenangkan bisa bermalam di tenda, bbq-an bersama, menikmati udara pantai yang begitu nyaman, dan heningnya malam tanpa suara bising ibu kota.

The best part dalam camping ini adalah ketika malam hari saya menyibakkan pintu tenda, yang saya lihat di langit adalah sebuah bulan sabit yang begitu terang dan bintang-bintang yang bertaburan di langit malam itu. Semua berkerlap-kerlip seakan mereka sedang berbincang melalui cahaya mereka masing-masing.

Subhanallah.. sudah lama sekali saya tidak melihat langit seindah itu, rasanya begitu tenang, nyaman dan menentramkan hati. Cukup lama saya terduduk di depan tenda, menikmati indahnya langit Sang Pencipta Langit, merasakan setiap hembusan nafas, meresapi suara angin pantai yang begitu menangkan. "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?"

Pernah ngga sih ngerasain puas dan bangga karena bisa melakukan hal yang sebelumnya tidak bisa kita lakuin atau sebelumnya ngga berani dilakuin, tapi tiba-tiba you did it and everything going well. That was awesome and I made it!


"Menaklukan ketakutan adalah salah satu cara berdamai dan mengenal diri sendiri" - hnu




You Might Also Like

0 comments

Subscribe