Ketuk Satu Pintu, maka Dia Bukakan Pintu Lainnya

27 May 2017


Beberapa bulan terakhir saya sedang aktif di YPAB (Yayasan Pemimpin Anak Bangsa) sebagai volunteer tutor di rumah belajar Tanah Abang. Well, ini memang bukan pertama kali saya bergabung di kegiatan kerelawanan di bidang pendidikan seperti ini. Bergabung di kegiatan semacam ini bukan hanya tentang menjalani passion, tapi hal yang paling penting adalah saya mendapat banyak pengalaman dan insight baru yang sangat positif dan sangat bermanfaat bagi kehidupan saya kini dan kelak. 

Melihat sejarah YPAB, membaca perjuangan para founder dan co-founder serta tutor yang berada di balik layar sejak berdirinya yayasan ini membuat saya merasa takjub, betapa mulia niat mereka memperjuangkan sekolah kesetaraan yang berdasarkan nilai-nilai yang mungkin sudah banyak luntur bahkan di dalam dunia pendidikan sekalipun.

Saya mungkin bukan siapa-siapa, saya hanya orang biasa yang sedang menjalani passion, seorang yang ingin agar dirinya bisa memberikan sedikit manfaat bagi orang-orang di luar sana. Melihat para founder dan tutor lainnya yang hebat-hebat membuat saya merasa kerdil, mereka adalah orang-orang hebat yang bersedia meluangkan waktu, tenaga dan fikiran mereka untuk membantu anak-anak yang kurang mampu ini untuk melanjutkan pendidikan mereka. Sedangkan saya, siapalah saya?!

Saya senang menghabiskan waktu bersama anak-anak di rumah belajar ini, terlebih saya mengajar bidang IPS yang membuat saya bisa bernostalgia dengan ayah saya, hehe.. this is my happiness, bisa mengajar, bisa bertemu anak-anak, bisa melakukan hal produktif serta bisa mengalahkan ego dan kepentingan pribadi untuk mereka. Ahh nikmatnya...

Ternyata begini rencana Tuhan untuk saya, saya tidak menyangka akan menemukan ini di balik semua prasangka buruk saya pada Tuhan sejak kejadian itu. Pertama, Ia memperkenalkan saya dengan KI, mempertemukan saya dengan berbagai orang hebat di dalamnya, dan belakangan Ia membuat saya berada di sini, di YPAB. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

Tapi bener ya, Allah itu Maha Baik bangettt, ketika kita bertekad untuk menjadi umatnya yang lebih baik dan ketika kita berusaha berubah ke arah yang lebih positif, Dia akan terus membuka jalan agar kita tergulung di jalan yang juga baik lagi positif. Semakin kuat niat dan tekad kita memperbaiki diri, maka Dia juga akan semakin luas membukakan pintu-pintu kebaikan di depan sana untuk kita. Mungkin hal yang sama juga bisa diandaikan jika kita memilih untuk mencoba masuk ke lingkungan dan dunia yang tidak baik, sekali mencoba kita juga akan semakin tertarik untuk mencoba pintu-pintu keburukan lainnya dan membuat kita akan tergulung di dalam sana.

Dan itulah yang saya rasakan, ketika saya mengenal dan mulai berada di lingkungan luar biasa itu, Allah lalu langsung saja membuka dan mempertemukan saya dengan orang-orang hebat dan baik lainnya. Allah memberikan saya kesempatan untuk belajar dan mendapat insight dari mereka semua, itulah yang membuat saya semakin bersemangat untuk melakukan yang lebih baik lagi.

Mungkin ini adalah satu contoh real dari hadis Rasulullah tentang memilih berteman dengan penjual minyak wangi atau pandai besi di bawah :

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)



Sampai jumpa di keseruan selanjutnya...



You Might Also Like

0 comments

Subscribe