Waiting Sunset in Bukit Merese

1 April 2017

Anak Gembala
Masih ada keindahan lain dari Bukit Merese yang sempat saya nikmati bersama teman-teman di hari itu. Setelah puas bermain di Bukit Merese pada siang hari, kami kembali ke airport untuk mengantar Ka Yudha dan Mas Eko yang harus mengejar pesawat sore, sedangkan aku dan beberapa teman yang lain masih memiliki waktu sebelum kami meninggalkan Lombok malam ini. 

Setelah dari airport sekitar jam 16.30 kami kembali menuju bukit Merese untuk mengejar sunset. Kami duduk di pinggir bukit menunggu sang raja siang kembali ke peraduannya, dan ternyata banyak turis yang juga berkumpul di sana dengan tujuan yang sama dengan kami. 

Yang menarik adalah aku bisa bertemu dengan anak-anak pengembala kambing dan sapi di atas Bukit Merese itu. Jika ketika kecil aku hanya tau mengenai anak gembala melalui lagu 'Anak Gembala'nya Tasya, maka sore itu aku berkesempatan untuk melihat secara langsung dan mengobrol dengan anak-anak gembala itu. Aku lupa nama anak-anak itu, yang jelas dua orang anak perempuan kelas 5 SD dan seorang adiknya yang berusia 2 tahun dengan asyik dan santainya mengendalikan kambing yang mereka bawa.

Anak itu mengatakan bahwa mereka setiap sore selalu membawa kambing-kambing keluarga mereka ke bukit ini untuk mencari makan. Nah ternyata tugas anak-anak kecil ini hanya mengembala kambing, sedangkan untuk sapi biasanya digembala oleh ayah atau ibu mereka.

Mengobrol dengan mereka sangat menyenangkan dan jujur aku bahagia, tidak pernah sekalipun terpikir bisa bertemu mereka karena bagiku selama ini cerita anak gembala hanya ada di buku-buku tapi di perjalanan ini aku menemukannya.
Aku, Wanda dan anak-anak gembala
Menjelang sunset anak-anak gembala itu harus turun karena hari hampir gelap, sedangkan kami tetap berada di sini menikmati senja. 

Angin sepoi-sepoi, langit yang mulai menghitam, membuat kami semua terdiam dalam pikiran kami masing-masing. Aku menikmati setiap detik moment itu dan aku merasa nyaman. Namun ternyata cuaca tidak sebersahabat itu, seketika turun gerimis sehingga kami terpaksa harus turun bukit dan kembali ke mobil. Aku memang tidak mendapatkan sunset indah itu, tapi bisa bermain dengan anak-anak gembala itu bagiku sudah sangat cukup membahagiakan.
Tiga wanita penikmat senja by Hanif Mobarok

Duo hijabers menikmati keindahan senja
Terima kasih Lombok, terima kasih KI Lombok, begitu banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang aku dapatkan darimu.




You Might Also Like

0 comments

Subscribe