Pelajaran dari Sang Abdi Hening

6 April 2017



Saya pernah mendengar sebuah kata-kata menarik dari seorang Abdi Hening Adjie Santosoputro yang isinya mengenai memaafkan dan mengikhlaskan. Jika kita benci terhadap seseorang, itu adalah salah satu kerugian bagi kita, kenapa bisa  merugi? begini konsepnya...

Cinta dan benci adalah sebuah perasaan yang letaknya di dalam hati yang mau tidak mau menduduki porsi paling besar dalam hidup kita. Okelah kalau rasa cinta yang kita letakkan di hati, pasti hidup terasa nyaman dan bahagia karena ruang di hati dipenuhi oleh berbagai macam rasa cinta, baik cinta kepada orang tua, keluarga ataupun pasangan. Nah ketika hati kita menyimpan rasa benci, otomatis si benci ini juga menempati ruang di hati kita dong yaa, rasa benci itu akan menimbulkan ketidaknyamanan, ketidaksukaan dan beragam efek negatif bagi diri kita sendiri. Bukankah itu jadi kerugian buat kita?

Ini konsep yang sangat bagus dan patut dicoba, susah sih memang, tapi demi hidup tenang dan nyaman ya mau ngga mau harus nyoba ini and when it works, you'll find the true serenity in life. 

Simplenya gini deh, ketika saya disakiti misalnya, atau ketika saya dizhalimin sama orang (disakiti dan dizhalimin dalam arti luas ya), kan sebetulnya saya berpotensi untuk benci sama orang-orang yang nyakitin atau ngezhalimi saya. Tapi ya kalau dipikir-pikir ya mbok rugi banget kalau orang-orang itu dikasi tempat di hati meskipun dalam bentuk rasa benci. Udah disakiti / dizhalimi kok masih ngizinin oknum-oknum itu nempatin posisi paling penting dalam diri kita sih?! Gak ada untungnya toh..

Dari situ saya kemudian berpikir dan belajar untuk memafkan oknum-oknum yang menyakiti atau menzhalimi ataupun sekedar bikin saya kesal. Memaafkan dan kemudian mengikhlaskan semua kejadian yang tidak mengenakkan yang terjadi karena atau melalui perantara oknum-oknum tersebut. Dan hasilnya ya Alhamdulillah hati rasanya jadi lebih enteng.

Kalau hati ini diibaratkan handphone nih, istilahnya ya semua foto-foto ngga penting, atau file-file spam yang ngga ada manfaatnya ya mbok buru-buru dibuang aja dari handphone kita, kan cuma menuh-menuhin memori handphone aja, atau bahkan bisa membuat handphone jadi lemot. Setelah itu, memory handhone kita jadi punya lebih banyak kapasitas untuk menyimpan foto-foto atau file-file yang jauh lebih bermanfaat toh. Konsep ini yang kemudian bisa diaplikasikan ke hati kita masing-masing. "Penuhilah hati dengan berbagai rasa cinta dan kebahagiaan seiring kita berusaha meminimalisir rasa benci dan kesedihan yang akan menempati setiap ruang di hati."




Salam hidup tenang! :) 


You Might Also Like

0 comments

Subscribe