Classy is Choose to Remain Silent

2 July 2017


Di zaman yang makin luar biasa dan makin unik ini, terkadang kita ngga perlu menjadi orang yang selalu speak up hanya sekedar untuk menunjukkan bahwa kita benar dan orang lain salah, atau sekedar untuk show off  bahwa we know better than others. Justru luar biasanya seseorang itu kadang bisa dilihat dari diamnya mereka karena keunggulan mereka dalam dua hal tersebut di atas. 

Diam tidak berarti kita salah, diam tidak berarti kita kalah, dan diam juga tidak berarti bahwa kita bodoh and knows nothingSpeak up juga belum tentu berarti dia yang berbicara adalah benar, bukan berarti dia akan menang karena perkataannya dan tidak juga menunjukkan bahwa orang itu adalah pintar dan tahu segalanya. Adanya pepatah "Tong kosong nyaring bunyinya" adalah salah satu contoh realnya. 

Adalah hal yang wajar dan manusiawi kalau kita ingin membela diri, dan bukan hal aneh kalau kita ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin kita tahu lebih baik dari orang lain. Namun adakalanya suara tidak mampu menenangkan suasana dan ketika kata-kata sudah tidak mampu mendeklarasikan kebenaran. Maka diamlah.

Ketika kamu dizhalimi atau difitnah oleh orang lain dan ketika kamu dipojokkan dan terpojokkan dengan berbagai kondisi atau ketika semua orang memandang rendah dirimu. Daripada melawan dengan perdebatan, daripada membalas lolonglongan yang tak berkesudahan, dan daripada membuang energi bersua untuk membela diri, just keep silent and be classy!

Biarkan mereka yang melonglong merasa menang karena lawannya terdiam, padahal diamnya seseorang itu adalah kemenangan sesungguhnya. Menang karena berhasil menghemat energi untuk tidak menanggapi sesuatu yang tidak penting, serta menang karena berhasil menahan hasrat dan emosinya untuk beradu silat lidah dengan the fools.


"Singa ditakuti karena DIAM, sedangkan anjing dijadikan mainan karena MENGGONGONG" - Imam Syafii.


You Might Also Like

0 comments

Subscribe