Prolog : Getting Married and Having Kid

13 May 2017



Menikah dan memiliki keturunan adalah impian semua orang baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan tidak jarang kedua hal tersebut dijadikan salah satu tolak ukur keberhasilan dan kebahagiaan seseorang di dunia ini. Paradigma seperti itulah yang terkadang menimbulkan definisi yang berbeda di masyarakat kita. Ada yang menganggap bahwa waktu yang ideal untuk menikah dan memiliki anak itu diukur dengan menggunakan angka berupa 'usia', ada juga yang menjadikan kemampuan secara materi sebagai ukuran kesiapan, dan ada pula yang mengutamakan kesiapan secara mental atau batiniah sebagai aspek utama sebelum memutuskan mencapai kedua hal tersebut.

Menikah dan memiliki anak bukanlah sebuah perlombaan, di mana yang tercepat akan menjadi pemenangnya. Pernikahan dan menjadi orang tua pun bukanlah sebuah permainan peran, bukan hanya karena kita ingin memerankan tokoh suami dan istri atapun memainkan peran sebagai orang tua. Pernikahan dan memiliki anak juga bukan cara untuk menaikkan status sosial dimana yang terlebih dahulu lantas menjadi dipuji dan lebih hebat. Inti dari kedua hal tersebut adalah tanggung jawab kita terhadap Allah.

Banyak orang yang dengan mudahnya mengatakan ingin menikah atau ingin memiliki anak dan mungkin dengan mudahnya semua kata-kata itu keluar dari lisan. Namun apakah benar mereka siap secara lahir batin untuk bertanggung jawab atas keputusan besar  itu. 

Tanggung jawab terhadap Allah bukanlah hal yang main-main, jika kita sudah melangkah ke kedua hal tersebut, maka semua itu akan menjadi pertanggungjawaban kita di akhirat kelak. Jangan sampai hanya karena tergesa-gesa membuat diri menjadi lalai dan tidak mempersiapkan diri dengan matang untuk menuju kedua hal tersebut.

Jangan sampai hanya karena melihat teman-teman seangkatan sudah menikah lantas dengan mudahnya kita mengatakan ingin segera menikah, jangan sampai juga karena bosan dengan pertanyaan 'kapan kawin' dari saudara-saudara kemudian membuat kita ingin buru-buru membungkam pertanyaan mereka dengan pembuktian bahwa kita bisa menikah.

Be smart ladies, marriage is not only about the wedding, honeymoon and get pregnant, its more about new live with another new struggle in it. 

Salah satu tujuan pernikahan adalah untuk melahirkan keturunan, dan salah satu tujuan dari memiliki keturunan adalah agar kelak ada anak-anak kita yang sholeh dan sholehah yang akan mendoakan kelapangan kubur kita. Jika begitu tujuannya, maka persiapkanlah diri untuk mencapai kedua tujuan tersebut, salah satunya adalah dengan cara membekali diri dengan ilmu agama sebanyak-banyaknya.

Saya pernah mendengar kalimat "Kewajiban seorang ibu adalah dengan mencari lelaki sholeh untuk menjadi ayah bagi anak-anaknya dan kewajiban seorang ayah adalah mencari wanita sholehah untuk menjadi bu bagi anak-anaknya."

Nah berarti bagi para calon ayah dan calon ibu di luar sana, tugas utama kita untuk mencapai tujuan akhir itu adalah dengan terus berusaha menjadi manusia yang takut akan Allah sehingga kelak kita dijodohkan dengan pasangan yang juga takut akan Allah. Ketika seseorang takut pada Tuhannya, maka insyaallah tindak tanduknya akan sesuai dengan ajaran Tuhannya dan dia juga akan takut untuk melakukan hal yang dimurkai olehNya.



You Might Also Like

1 comments

  1. Menurut gue melahirkan keturunan hanya sebagian kecil saja na, intinya adalah untuk bahagia dunia akhirat :)

    ReplyDelete

Subscribe